MALANG KOTA - Hukuman akumulasi kartu kuning di BRI Liga 1 musim ini mengalami perubahan. Intinya lebih longgar dibandingkan musim 2021/2022 lalu.
Menurut regulasi BRI Liga 1 musim 2022/2023 pasal 57 nomor 3, dijelaskan bila pemain akan mendapat akumulasi jika sudah mengoleksi 4 kartu kuning. Jumlah itu bisa didapatkan dalam laga-laga berbeda, tidak harus beruntun. Setelah sekali mendapatkan akumulasi kartu kuning, selanjutnya setiap tiga kali menerima kartu mereka akan kembali mendapatkan sanksi larangan main satu laga.
Dalam pasal itu juga disebutkan bila mereka yang menerima hukuman akumulasi kartu kuning harus membayar denda Rp 5 juta. Angka denda akan naik menjadi Rp 7 juta untuk akumulasi kartu kuning ke dua, ketiga, dan seterusnya. Aturan itu berbeda jika dibandingkan dengan musim 2021/2022 lalu. Sebab saat itu hukuman akumulasi diberlakukan untuk pemain yang sudah mengoleksi tiga kartu kuning. Selanjutnya, hukuman serupa bakal diberlakukan untuk pemain uang mengoleksi kelipatan dua. Seperti kartu kuning ke-5, ke-7, ke-9, dan seterusnya.
Di musim lalu , pemain yang menerima hukuman akumulasi harus membayar denda Rp 3 juta. Jumlah itu juga berlaku untuk akumulasi kartu kuning selanjutnya. Sedangkan untuk kartu merah, tidak banyak perubahan regulasi dari musim lalu. Perbedaannya terletak pada jumlah denda yang harus dibayarkan.
Musim lalu, kartu merah tidak langsung (dua kartu kuning) dendanya adalah Rp 5 juta, sekarang Rp 7 juta. Kartu merah langsung sama-sama Rp 10 juta. Saksi untuk pemain yang mendapatkan kartu merah langsung adalah larangan bertanding satu kali. Tapi bisa bertambah jika terdapat indikasi tindakan indisipliner yang menghasilkan kartu merah tersebut.
Umumnya tambahan hukumannya berupa larangan tampil. Sementara untuk kartu merah tidak langsung mendapat hukuman absen satu laga. Menanggapi perubahan tersebut, Manajemen Arema FC mengaku tidak mempermasalahkan.
”Tentunya kami akan mengikuti apa yang telah menjadi regulasi,” kata Media Offi cer Arema FC Sudarmaji.
Dia menyebut bila tim lebih memilih langkah-langkah preventif terkait hal tersebut. Salah satunya disajikan dengan waspada terhadap ganjaran kartu kuning.
”Soal sanksi kartu semoga ini menjadi pelajaran berharga. Itulah dinamika teknis sepak bola dalam sebuah pertandingan,” kata pria asal Banyuwangi tersebut.
Berangkat dari itu, dia menyebut bila pemain Arema FC yang sebelumnya mendapatkan kartu merah tetap mendapatkan support dan dukungan dari pemain lain. Terpisah mengenai hukuman kartu kuning dan merah itu, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida tidak mau berbicara banyak.
”Tentunya jika ada pemain kami yang mendapatkan hukuman, kami akan menjalaninya,” tuturnya.
Baginya, aspek itu sengaja dibuat untuk agar sepak bola berjalan lancar dan tertib.
”Tentunya kami tidak bisa membatasi pemain di lapangan. Yang terpenting adalah mereka bekerja keras. Setelah itu kami berpikir selanjutnya jika ada yang harus absen,” tuturnya. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno