RADAR MALANG - Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memprediksi nilai tukar rupiah memiliki peluang besar untuk kembali menguat ke level Rp12.000 per dolar AS dalam tiga tahun ke depan.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menempuh langkah strategis berupa diversifikasi utang dengan menerbitkan Panda Bond atau obligasi bermata uang Yuan di pasar Cina.
Baca Juga: BRI Salurkan Rp718,8 Triliun untuk Ekonomi Hijau dan UMKM, Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan
Strategi ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia yang terlalu besar terhadap mata uang dolar Amerika Serikat di tengah ketidakpastian global.
Langkah Bank Indonesia dan Pengaktifan BSF
Selain langkah diversifikasi, Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan tujuh jurus penyelamatan rupiah.
Baca Juga: Benarkah Harga Minyak Goreng Picu Inflasi di Kota Malang?
Jurus tersebut meliputi intervensi di pasar valas secara spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta penyesuaian suku bunga kebijakan secara terukur.
Selain itu, BI memperkuat strategi operasi moneter yang pro-market, mengoptimalkan sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI), hingga memperluas kerja sama bilateral currency swap dengan negara mitra dagang utama untuk menjaga ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik.
Menteri Purbaya juga mengonfirmasi pengaktifan kembali Bond Stabilization Framework (BSF) guna menjaga nilai obligasi negara dari aksi jual investor asing yang sempat mencapai Rp21 triliun.
"Saya akan aktifkan BSF supaya outflow kecil tidak mengguncang nilai tukar," ucap beliau dalam sebuah wawancara eksklusif di Jakarta.
Baca Juga: Struk BBM Viral Ungkap Hal Tak Terduga: Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax
Pondasi Ekonomi dan Pesan Presiden Prabowo
Pemerintah menegaskan bahwa kondisi fiskal saat ini jauh lebih kuat dibandingkan krisis 1998 karena pertumbuhan uang beredar yang tetap terkendali di angka 10 hingga 15 persen.
Baca Juga: 84 Aduan MBG Masuk ke Pemkab Malang, Kualitas Menu hingga Siswa Tak Kebagian Jadi Sorotan
Menteri Purbaya menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo bahwa cadangan kas negara dalam kondisi yang sangat mencukupi untuk melakukan intervensi pasar.
Diversifikasi mata uang dan penguatan sektor domestik diharapkan menjadi kunci utama agar daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah bawah, tetap terjaga di tengah fluktuasi global.
Editor : Aditya Novrian