Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Bulukerto Trauma Sambut Musim Hujan

Mardi Sampurno • Minggu, 25 September 2022 | 23:11 WIB
ANTISIPASI BANJIR: Drainase di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji diharapkan bisa meminimalisir banjir. (AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
ANTISIPASI BANJIR: Drainase di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji diharapkan bisa meminimalisir banjir. (AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
BATU - Musim hujan segera datang. Ini bisa merupakan kabar bahagia bagi para petani palawija, tapi tidak dengan korban bencana banjir bandang November 2021 lalu. Mereka justru trauma menyambut musim hujan. Kenangan dihantam banjir 1 tahun lalu belum bisa hilang dari kenangan.

Salah seorang warga bernama Siti Halimah mengaku, saat hujan rasa traumanya masih melekat khawatir takut terjadi banjir. “Waktu pascabanjir bandang dulu, setiap ada hujan deras saya pasti ke rumah saudara di atas. Karena, kekhawatiran atau mungkin trauma masih ada. Semoga bencana banjir atau longsor tidak terjadi lagi di Batu,” ucap salah satu korban banjir di Desa Bulukerto, Bumiaji ini.

Untuk itu, dia berdoa agar pada musim hujan tahun ini tidak ada bencana banjir bandang di Kota Batu seperti tahun lalu. Di sisi lain, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Rochim mengatakan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu sedang melakukan kajian terkait pemetaan titik-titik rawan bencana. “Saat ini kami sangat memerlukan tambahan informasi dari masyarakat terkait titik-titik baru terjadinya bencana baik banjir ataupun longsor akibat musim hujan,” terangnya.

Rochim menjelaskan, respons berupa informasi dari masyarakat akan ditambahkan ke dalam data potensi kerawanan bencana. “Kalau data dari BPBD, ada sekitar 10 titik potensi banjir dan 7 titik rawan longsor. Saya tidak bisa menyebutkan secara lengkap. Intinya, potensi banjir ada di Kecamatan Batu pada area permukiman yang drainasenya kecil. Sedangkan, titik rawan banjir dan longsor ada di Kecamatan Bumiaji,” paparnya.

Dia menyatakan, potensi banjir bahkan longsor pun dapat terulang kembali tahun ini. “Kami melihat ada titik yang menjadi rutinitas banjir tahunan. Yakni, Kali Paron,
Dusun Beru, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Karena di sana dimensi sungainya kecil, hujan deras sebentar langsung meluber ke permukiman warga,” kata Rochim.

Pihaknya juga mengaku, upaya mitigasi bencana di Kota Batu belum optimal. “Jadi, kenapa belum optimal? Ya, karena upaya mitigasi biayanya mahal. Contohnya, mau meminimalisir banjir solusinya harus ada pelebaran drainase.

Sedangkan, rekonstruksi drainase ataupun pengerukan sungai ini anggarannya juga besar,” ungkapnya. Selain itu, upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah penambahan petugas di titik-titik pantauan wilayah rawan. Terutama di lereng Gunung Arjuno.

“Saat ini kami telah mengaktifkan dan berkoordinasi dengan seluruh FPRB di tiap desa atau kelurahan. Selain itu, kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batu terkait sungai-sungai yang tersumbat sampah. Kami berharap kesadaran masyarakat akan potensi bencana juga merata,” tutupnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Trauma #Warga Bulukerto #musim hujan