Keberadaan hewan ternak yang terserang virus LSD ini terdeteksi di dua daerah pada Provinsi Jawa Timur, yakni Kabupaten Blitar dan Sidoarjo. Meski tak seganas PMK, LSD ini tetap perlu diwaspadai, karena juga bisa mengakibatkan kematian hewan ternak.
Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu Sri Nurcahyani mengatakan, beruntung hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD di Kota Batu. Namun pihaknya tetap melakukan pencegahan. Yakni dengan melaksanakan vaksinasi. “Sementara di Batu masih aman,” tutur Nurcahyani, kepada Jawa Pos Radar Malang, Kamis (26/1). Wanita yang akrab disapa Ani itu menerangkan, hingga kini, vaksinasi sudah dilakukan kepada 4.380 hewan ternak.
Sementara, total hewan ternak di Kota Batu sekitar 10 ribu an. Untuk ternak yang belum divaksin, pihaknya menunggu kiriman dari Pemprov Jatim. “Pelaksanaan vaksinasi di Kota Batu melalui KUD dan koperasi susu di masing-masing daerah,” tuturnya.
Selain itu, ada upaya lain yang dilakukan untuk mencegah kasus LSD. Yakni melakukan pembatasan di pasar hewan. Meskipun pemkot tidak menutup total operasional pasar hewan. “Masih ada pembatasan di pasar, karena sesudah PMK kami langsung waspadai LSD ini,” tutup Ani. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno