BATU - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terus ditingkatkan. Salah satunya melalui pembentukan RT Sehat. Program itu baru digelar pertama kali di RT 3 RW 1 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu kemarin (21/9).
Kepala Puskesmas Sisir dr Sachariano menjelaskan, program RT Sehat bertujuan sebagai tindak lanjut penerapan perilaku hidup bersih dan sehat yang digencarkan di kalangan masyarakat. Program tersebut langsung menyasar seluruh kelompok usia. Baik bayi, balita, remaja hingga lansia. “Hari ini (kemarin), ada sekitar 70 warga yang kami undang untuk sosialisasi,” terangnya.
Pemilihan lokasi sebagai pilot project pelaksanaan RT Sehat bukan tanpa sebab. Itu karena sebelumnya RT 3 RW 1 Kelurahan Sisir sudah dilakukan perbaikan fasilitas berupa rumah sehat setelah adanya temuan masalah kesehatan lingkungan. Sehingga, untuk memaksimalkan itu, perlu adanya tindak lanjut sarana peningkatan kesehatan.
“Sebagai langkah pertama, kami ingin menggali keluhan penyakit dan kondisi lingkungan di masyarakat,” ujar Sachariano. Dirinya menilai lingkungan sangat berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Lingkungan kotor membuat seseorang rentan terhadap masalah kesehatan, seperti diare, hepatitis, diabetes dan lain sebagainya.
Lebih lanjut, Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja mengungkapkan ada agenda lanjutan pascasosialisasi dilakukan. Seperti dengan melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular dan cek kesehatan gratis (CKG). Itu bertujuan untuk mendeteksi dini potensi penyakit yang diderita masyarakat.
“Ada delapan inventarisasi kesehatan yang dilakukan untuk RT Sehat,” jelasnya. Yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi, hipertensi dan diabetes, TBC, kesehatan lingkungan (kesling), Integrasi Layanan Primer (ILP), kesehatan jiwa dan lansia. Sebagai contoh, warga yang dinyatakan menderita hipertensi maupun diabetes akan dijadikan satu kelas dan didampingi berkala.
Proses pendampingan dilakukan selama tiga bulan penuh dengan kunjungan dokter rutin. Di samping itu, masyarakat juga memiliki tugas untuk menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan kerja bakti secara rutin.
Melalui pilot project tersebut, Adit berharap ada output baik yang dapat dihasilkan. Selain membuat masyarakat hidup sehat, juga dapat diimplementasikan keberhasilannya sebagai percontohan untuk RT di wilayah lain. “Tentu harapan kami program RT Sehat bisa berkelanjutan karena dampaknya besar untuk masyarakat,” pungkasnya. (ori/lid/adv)
Editor : Kholid Amrullah