Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Novelis Layangan Putus Berbagi Ilmu. Begini Tipsnya!

Mardi Sampurno • Minggu, 9 Januari 2022 | 18:00 WIB
PECINTA NOVEL: Eka Nur Prasetyawati atau dikenal dengan nama pena Momy ASF menyapa penggemarnya di salah satu toko buku di Kota Malang, kemarin.
PECINTA NOVEL: Eka Nur Prasetyawati atau dikenal dengan nama pena Momy ASF menyapa penggemarnya di salah satu toko buku di Kota Malang, kemarin.
KOTA MALANG – Para penikmat novel berjudul ”Layangan Putus” mendapat kesempatannya spesial, kemarin (8/1). Mereka berkesempatan  bertemu langsung dengan penulisnya  yang mempunyai nama pena Mommy ASF.

Perempuan yang memiliki nama asli Eka Nur Prasetyawati itu mencuri perhatian pecinta novel, terutama setelah ”Layangan Putus” dibuat versi series.Perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter hewan itu mengaku kini tengah fokus menyiapkan novel keduanya. Selain itu, dirinya juga terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan diskusi tentang kepenulisan. Seperti yang dia lakukan di Gramedia Malang Town Square kemarin.

Sejak novelnya diangkat menjadi series, dia mengaku baru kali ini hadir dalam acara yang digelar untuk umum. “Ini perdana, datang mengadakan acara seperti ini. Sebenarnya belum terpikir untuk buat acara-acara seperti ini,” ujarnya. Di acara yang dikemas dalam nuansa meet and greet itu, dirinya membagikan tips tentang kepenulisan.

Perempuan yang akrab disapa Eca ini juga mengaku tak menyangka tulisannya akan seviral ini. Bahkan tulisan tersebut lahir saat dirinya sedang butuh healing. Saat itu ia memutuskan masuk ke grup-grup penulis. Akhirnya ia semakin mantap untuk menghasilkan sebuah novel. Baginya, menulis adalah pekerjaan untuk keabadian. Sebab, dirinya ingin bisa dikenang melalui karya-karyanya. Ia mengatakan semua orang bisa menulis. Hanya bergantung pada niatnya saja. Tidak perlu latar belakang tertentu untuk menulis. “Kalau ingin menulis ya menulis aja, segera memulai,” ujarnya.

Apalagi saat ini banyak aplikasi yang mengakomodasi karya tulisan. Hal itu akan mempermudah siapa saja yang membuat tulisan. “Tidak perlu berpikir masalah ini dan itu. Tanda baca, bahasa yang bagus, dan lain-lain bisa dipelajari sambil berjalan,” imbuhnya.

Acara yang dihadiri Eca ini pun disambut antusias penggemarnya. Salah satunya Mariana Hoesny,41,  warga Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau. Dia sengaja hadir dalam acara itu karena takjub dengan alur cerita yang disajikan dalam novel karya Eca itu. Perempuan yang juga merupakan seorang penulis di aplikasi wattpad itu berharap mendapat tips bagaimana sukses menjadi seorang penulis. “Awalnya saya memang sudah suka dengan novelnya, apalagi setelah diangkat menjadi series. Saya semakin ingin bertemu dengan penulisnya langsung. Alhamdulillah kesampean,” jelasnya. (dre/nay) Editor : Mardi Sampurno
#Novel Layangan Putus #tips menulis #Novelis #berita terkini #radar malang