Ketua Apersi Malang periode 2022 2026, Dony Ganatha mengatakan bahwa angka backlog atau kebutuhan perumahan dibandingkan dengan ketersediaan di Indonesia masih cukup tinggi. Ini seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Kebutuhan terhadap rumah juga terus bertambah. Menurut data yang Ia paparkan diperkirakan kebutuhan rumah berdasarkan kepemilikan sebesar 11,4 juta unit.
“Artinya perbandingan antara kebutuhan perumahan dengan ketersediaannya atau backlog angkaangkanya terus bertambah setiap tahunnya,” kata Dony yang sudah menjabat dua periode sebagai Ketua Apersi Malang. Sehingga peran Apersi saat ini sangat penting dalam peningkatan ekonomi daerah melalui perumahan dan pemukiman.
Sehingga dengan kepengurusan baru ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat Malang yang masih belum memiliki rumah. Selain itu Apersi akan terus menggenjot sinergi dengan perbankan dalam hal pembayaran.
“Kami mengharapkan adanya sinergitas dan dukungan dari pemerintah daerah untuk segala kemudahan. Terutama perijinan karena untuk memperlancar investasi dan kolaborasi. Pihak perbankan juga mengharapkan ijinnya lengkap sehingga pengucuran pembiayaan itu lancar,” jelasnya.
Sementara itu, Sekertaris Apersi Periode 20222026, Salman Al Farisy menuturkan bahwa kepengurusan kali ini melahirkan wajahwajah baru. Sehingga kepengurusan kini sangat optimis turut berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi daerah.
“Optimis bersamasama demi kelancaran usaha kami. Terutama di developer untuk menyediakan rumah untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Generasi penerus bangsa ini berawal dari keluarga dan hunian yang sehat dan kuat,” jelasnya. (rof/dik) Editor : Mardi Sampurno