Untuk kelengkapan interior MCC, Pemkot Malang memperkirakan butuh biaya Rp 25 miliar. ”Sudah ada anggaran Rp 25 miliar untuk memoles bagian dalam gedung (interior)," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi, kemarin (20/7).
Diah mengatakan, anggaran Rp 25 miliar tersebut tak sepenuhnya dibebankan dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang. Tapi juga ada bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sekitar Rp 10 miliar.
Sisanya sekitar Rp 15 miliar yang akan menjadi tanggung jawab pemkot. Dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022 ini, Diah mengaku sudah mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar. Sedangkan kekurangan Rp 13 miliar akan diajukan dalam pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2022, sekitar bulan depan.
Terkait tenggat waktu penambahan sejumlah fasilitas di dalam gedung, dia mengatakan, pemkot menargetkan tuntas sebelum bulan November depan. Artinya, dalam tiga bulan ke depan fasilitas tersebut bisa segera terpasang. Setelah itu pemkot baru bisa mengoperasikan gedung yang mewadahi komunitas kreatif tersebut. ”Setelah itu baru kami launching setelah terpasang semuanya," jelas perempuan yang merangkap pelaksana tugas (plt) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Perumahan (DPUPRPKP) Kota Malang itu.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian masyarakat di MCC adalah hotel kapsul. Sebab, keberadaannya dinilai bertentangan dengan tujuan pembangunan gedung untuk pusat pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Meski demikian, pemkot masih mempertimbangkan adanya fasilitas tersebut. "Masih kami koordinasikan dengan pak wali (Sutiaji) nanti seperti apa," kata Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Slamet Husnan.
Slamet menambahkan, saat ini ruangan untuk hotel kapsul masih kosong. Dalam waktu dekat pihaknya mengebut penataan ruang di MCC. Apalagi adanya hotel kapsul direncanakan menggandeng pihak ketiga.(adn/dan) Editor : Mardi Sampurno