Plt. Kapolsek Lowokwaru AKP Anton Widodo mengatakan antrean di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tersebut masih wajar seperti biasanya, yakni SPBU Soekarno-Hatta dan SPBU UMM. “Antrean tidak sampai mengular hingga jalan raya,” ujar Anton.
Anton menyampaikan antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM didominasi oleh kendaraan pribadi. “Secara umum di wilayah Lowokwaru tidak terjadi kepanikan. Semuanya masih berjalan normal,” tutur mantan Wakasatresnarkoba Polresta Malang Kota itu.
Terkait harapan masyarakat agar stok BBM tidak langka, pihaknya terus memastikan SPBU di wilayah Lowokwaru stok BBM selalu aman. Pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait ketersediaan BBM agar tidak sampai kehabisan.
Sementara itu, salah satu pengantre BBM di SPBU UMM, Susilowati mengatakan, dia memasrahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. Namun dia berharap agar persediaan tetap terjaga, sehingga tidak sampai kehabisan. ”Yang penting stoknya aman. Tidak sampai langka,” ucap pengendara sepeda motor bernopol N 2111 ECD itu.
Sedang pengantre lain, Ahmad Ramli mengaku keberatan dengan naiknya harga BBM pada 3 September lalu. ”Seharusnya harga BBM tidak naik,” ujar pemilik kendaraan bermotor roda dua bernopol N 3775 BAT itu. (dre/dan) Editor : Mardi Sampurno