Sebelum kejadian, Djoko mengunjungi kediaman Ketua RT 07 RW 06 Yuli Asminarsih pukul 06.30 WIB. Kepada Yuli, pria berusia 57 tahun itu mengatakan hendak pergi sambil menenteng kasur lipat 1x2 meter. Yuli yang saat itu baru kembali dari pasar pun sempat menawarkan sarapan.
Namun, tawaran tersebut ditolak Djoko. Tak lama kemudian, Yuli menerima kabar jika Djoko hanyut terbawa arus.
Menurut informasi dari Kapolsek Klojen Domingos Ximenes, Djoko diketahui hanyut setelah ada warga yang melihat. Dia diduga sengaja terjun ke sungai menggunakan kasur lipat yang dibawanya.
“Ada anak kecil yang melihat korban membawa kasur lalu loncat ke sungai. Beberapa menit kemudian dilihat korban sudah hanyut,” terang Domingos.
Domingos mengungkapkan, Djoko tidak memiliki keluarga. Dia tinggal sendiri di rumah yang dibangun atas swadaya masyarakat. Biasanya yang mengontrol aktivitas Djoko adalah Yuli. Sebab, Djoko diduga memiliki riwayat gangguan jiwa dan epilepsi yang kerap kambuh sewaktu-waktu.
Hingga pukul 13.00 WIB, pencarian masih terus dilakukan. Terlebih pada pagi hari arus Sungai Brantas masih deras karena hujan yang terjadi sejak semalam. Sejumlah relawan juga disiagakan di titiktitik aliran Sungai Brantas seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang.
“Total relawan yang diterjunkan ada 50 orang,” imbuh perwira polisi dengan satu melati di pundak itu.
Sementara itu, Ketua RW 06 Soewarno turut angkat bicara. Dia menyebutkan jika Djoko sudah tinggal di RT 07 RW 06 atau dikenal dengan Kampung Putih sejak lama. Pada saat datang ke kampung pertama kali, Djoko datang tanpa membawa apa-apa.
Djoko tinggal di rumah yang dibangun masyarakat. Rumah tersebut dibangun warga setelah rumah lama milik Djoko dan dua warga lainnya hanyut oleh banjir pada 4 November 2021.
“Semasa hidup orangnya bisa berkomunikasi dengan baik. Bahkan, dia dikenal baik serta rajin membersihkan jalanan di sekitar rumah. Dia menjadi contoh warga yang lain agar peduli terhadap sanitasi,” jelas Soewarno.
Dalam berkomunikasi, Djoko juga lancar berbicara. Hanya saja, jika suasana hatinya sedang tidak baik atau kambuh dia kerap marah. Djoko juga pernah lupa jalan pulang ke rumah. “Terakhir, saya mendapat kabar dari Pokdarwis Kampung Warna-Warni Jodipan kalau ada yang melihat Pak Djoko dalam kondisi tertelungkup di kasur sekitar pukul 09.00 WIB,” tambahnya.
Informasi tentang posisi Djoko itu dibenarkan pihak Posko Senaputra yang dibentuk dalam rangka pencarian. Tubuh Djoko dikabarkan melintas dengan posisi terlilit kasur merah yang disaksikan oleh warga Jalan Juanda bernama Sucipto. (mel/abm) Editor : Mardi Sampurno