MALANG KOTA – Rencana membangun hotel kapsul di Malang Creative Center (MCC) yang batal sepertinya perlu diwujudkan lagi. Jika tidak, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bisa melibatkan warga sekitar sebagai penyedia penginapan. Sebab, kebutuhan penginapan bagi pengguna MCC cukup tinggi.
Koordinator Malang Creative Fusion (MCF) Dadik Wahyu Chang menerangkan, dalam pemanfaatan MCC, beberapa pengguna gedung setinggi delapan lantai itu tidak cukup hanya satu hari. Sebab beberapa kegiatan seperti pelatihan bisa berlangsung hingga dua atau tiga hari. Selain itu, dia melanjutkan, pesertanya juga banyak yang berasal dari luar daerah, sehingga butuh fasilitas untuk menginap. ”Mungkin penginapan bisa bekerja sama dengan warga sekitar. Menginap di rumah warga, tapi kegiatannya dilangsungkan di MCC," ujarnya.
Rencana ini, lanjut Dadik masih sebatas wacana. Meski begitu, sudah dikomunikasikan dengan Pemkot Malang. Dia menerangkan, perlu koordinasi lanjutan untuk mewujudkan rencana tersebut. "Jika rumah warga menjadi penginapan, ini berpotensi membentuk suatu kawasan wisata baru,” katanya. ”Namun ini perlu dimatangkan lagi, tentu dengan persetujuan masyarakat sekitar," tambah Dadik.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, pihaknya akan menampung usulan terkait penambahan fasilitas penginapan. Termasuk menggandeng warga sekitar MCC sebagai penyedia penginapan.
Sementara dalam waktu dekat ini, pihaknya memutuskan untuk menambah fasilitas berupa eskalator di gedung MCC. Itu karena lift yang ada tidak bisa menampung mobilitas pengunjung. "Tambahan lift di lantai 2 dan lantai 3," tuturnya.
Dia mengatakan, pihaknya berani memutuskan untuk menambah eskalator karena sudah ada pembahasan sebelumnya. Termasuk terkait anggaran pengadaan lift juga diyakini sudah klir antara eksekutif dengan legislatif.
Sebelumnya, diskopindag memaparkan akan menambah dua titik eskalator. Anggaran yang diperlukan sekitar Rp 4 miliar.(adk/dan)
Editor : Mahmudan