MALANG KOTA - Awal 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang perumahan.
Terutama dengan adanya rencana program 3 juta rumah gratis yang dijanjikan pemerintah pusat.
Program tersebut hingga kini belum jelas bakal seperti apa.
Baca Juga: Pengembang Waswas Harga Rumah Subsidi di Kota Malang Menurun
Mengingat sasaran utamanya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dimana, golongan tersebut menjadi pangsa pasar pengembang yang menawarkan rumah subsidi.
Alhasil calon user pun pikir pikir untuk membeli rumah subsidi.
Baca Juga: Banyak Keringanan Pajak, Penjualan Rumah di Kota Malang Diprediksi Meningkat
Salah satu calon user rumah subsidi Ali Setiawan mengatakan, belum mengetahui terkait kabar pembangunan rumah gratis tersebut.
Namun apabila benar ditujukan untuk MBR dengan gaji di bawah Rp 7 juta, maka ia akan mendaftarkan diri.
”Tapi sepertinya untuk masyarakat yang benar-benar miskin,” tutur pria berusia 28 tahun tersebut.
Ali sudah berniat untuk membeli rumah subsidi sejak tahun lalu.
Hanya hingga kini masih belum menemukan lokasi yang tepat. Ia mencari rumah yang dekat dengan tempat kerjanya di pusat Kota Malang.
Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Malang Doni Ganatha mengatakan, pihaknya pun menanti kejelasan program yang digaungkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) itu.
”Mayoritas masyarakat saat ini menunda pembelian rumah, kami pun sama menanti kejelasan apakah akan dilibatkan atau tidak,” ujar Doni.
Meski begitu, mayoritas pengembang di Malang tetap menyiapkan rumah subsidi.
Sehingga ke depan tinggal menunggu akad realisasi.
Sepanjang 2024, penyaluran rumah FLPP di Malang sekitar 1.500 unit.
Tahun ini ditargetkan bisa lebih banyak karena kuota untuk rumah subsidi bertambah.
Selain itu, stimulus lain juga turut menjadi pendorong seperti penghapusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan penghapusan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana