Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasar Takjil Soehat Dipindah

Bayu Mulya Putra • Kamis, 27 Februari 2025 | 00:10 WIB
TANGKAL MACET: Papan larangan berjualan di bahu jalan sudah terpasang. Pedagang di pasar takjil rencananya bakal dimasukkan ke area Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ).(SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG)
TANGKAL MACET: Papan larangan berjualan di bahu jalan sudah terpasang. Pedagang di pasar takjil rencananya bakal dimasukkan ke area Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ).(SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG)

Masuk ke Area Taman Krida, Bentuk Antisipasi Macet

MALANG KOTA - Antisipasi kemacetan akibat operasional pasar takjil pada bulan Ramadan mulai disusun.

Titik pertama yang akan ditata Pemkot Malang yakni pasar takjil di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat).

Selain di sana, ada tiga titik pasar dadakan lainnya yang bakal diperhatikan.

Yakni di Jalan Surabaya depan Universitas Negeri Malang (UM), Jalan Raya Sulfat, dan Jalan Raya Muharto.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ketiga titik itu juga sering menjadi biang kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, pemkot memang tidak bisa melarang pasar takjil dadakan.

Sebab, itu merupakan event tahunan dan bisa menggerakkan perekonomian melalui UMKM.

Khusus di Jalan Soehat, dia yakin bila kemacetan bisa diminimalkan.

Seperti diketahui, pasar takjil Soehat menjadi titik yang paling ramai pada bulan Ramadan.

Selain letaknya di jalan raya, juga berdekatan dengan kampus dan salah satu sentra kawasan perekonomian di Kota Malang.

”Untuk Soehat memang perlu penanganan khusus. Sebelumnya sudah ada aturan, tetapi belum berjalan dengan baik,” tutur Jaya.

Aturan itu adalah pembeli tidak boleh drive thru.

Sebab, mereka akan berhenti di bahu jalan.

Sebagai gantinya, pembeli harus memarkir kendaraan di tempat yang sudah ditentukan.

Kenyataannya, masih banyak penjual yang melayani pembeli secara drive thru.

”Sudah ada kesepakatan tidak ada drive thru. Tetapi antara penjual dan pembeli masih malas untuk parkir, jadi memilih berhenti di bahu jalan,” ucap Jaya.

Tahun ini, bakal dilakukan skema baru di pasar takjil Soehat.

Nanti, pedagang akan dimasukkan ke area Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ).

Sehingga tidak ada lagi yang berjualan di bahu jalan.

”Dengan adanya fasilitas dari TKBJ, itu akan memudahkan pengunjung.

Ada tempat khusus, sehingga tidak berdesakan lagi di pinggir jalan,” jelasnya.

Untuk titik lainnya, Jaya menyebut bahwa kemungkinan masih akan menggunakan sebagian bahu jalan.

Pihaknya memberikan toleransi khusus selama bulan Ramadan saja.

”Secara ketentuan tidak diperbolehkan, namun karena ini momen setahun sekali, maka ada toleransi,” paparnya.

Dishub belum menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas di titik pasar takjil.

Kecuali jika terjadi hal-hal yang mendesak.

Seperti kepadatan volume lalu lintas yang tak terkendali.

”Untuk pasar takjil akan disiagakan 12 personel, bersama dengan pihak kepolisian,” tambah Jaya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhirat Syabril Ulum mengatakan, pasar takjil sudah menjadi budaya tahunan.

”Kalau melarang jelas tidak bisa. Maka dari itu pemkot bisa memberikan rambu-rambu agar tidak terjadi kepadatan yang terlalu tinggi,” ujar politisi PKS itu. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pasar Takjil #Ramadan #Kota Malang #soehat