KAMUS MALANGAN: Gobrot, Istilah Malang yang sudah Jarang Dipakai
Istilah ini sudah jarang digunakan di Kota Malang. Maknanya berhubungan dengan aktivitas mandi atau bersih-bersih. Dalam Bahasa Indonesia, gobrot memiliki makna menggosok.
Kata itu biasa digunakan untuk menggambarkan kegiatan menggosok tubuh saat mandi. Contoh penggunaannya seperti ”Digobrot sek mari dolen, ben awakke rijik”.
Kata gobrot kemudian mengalami pergeseran makna. Dari yang semula kata kerja menggosok, menjadi kata benda. Gobrot juga bisa diartikan sebuah batu hitam yang digunakan menggosok badan. ”Gobrot bisa berarti menggosok dan batu hitam. Tetapi saat ini sangat jarang sekali digunakan,” tutur Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, kata gobrot kemungkinan sudah ada sejak zaman Belanda. Itu terlihat dalam buku Kwee Thiam Tjing dengan judul ’Indonesia dalam Bara Api dan Lara’.
Karya tersebut diterbitkan tahun 1947 dan berlatar kehidupan masyarakat di Malang. Pada satu halaman di buku tersebut, disebutkan kata gobrot. ’Djoebin dan dinding digoejang sama aer, digobrot dan disapoe’. Begitu kalimatnya. Jika diubah menurut ejaan sekarang menjadi Ubin dan dinding disiram dengan air, digosok dan disapu. (adk/by)