”Lek ngombe kopi jaluke kebek mencep-mencep. Barang ditagih, lambene langsung kicep,”
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pengulangan kata atau reduplikasi punya banyak fungsi dan tujuan. Bisa digunakan untuk menyatakan jumlah yang jamak. Bisa juga untuk menggambarkan intensitas atau tingkatan.
Fungsi itu lah yang berlaku untuk kata mencep-mencep. Itu adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan air yang meluber dari suatu wadah. Maka dari itu, penggunaannya biasa diikuti dengan kata ’kebek’ lebih dulu.
Baca Juga: Lingua Franca: Nglomproh, Istilah Jawa yang Punya Banyak Makna
Jadinya kebek mencep-mencep. ”Kalau mencep dengan huruf e mati, itu berhubungan dengan batas atas air. Kalau huruf e hidup dan belakang mati, itu hubungannya dengan bibir,” terang Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.
Restu menyebut pengulangan kata atau istilah dalam Bahasa Jawa cukup umum digunakan. Biasanya bermaksud untuk melebih-lebihkan sesuatu. Contoh lainnya seperti kowal-kawil dan mbolak-mbalik.
Baca Juga: Lingua Franca: Gak Lidok, Istilah ”Nah Kan” Versi Arek Malang
Untuk asal mula istilah, kemungkinan berasal dari kata mancep, atau menetap di suatu posisi. Mancep juga bisa menjadi tolak ukur sesuatu.
(biy/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang