”Saiki wes jarang damang jes, wayahe golek ojir terus pokoke,”
Damang, Istilah Umum Warga Malang Selatan dari Bahasa Austronesia
Istilah ini mungkin cukup asing bagi warga di Kota Malang. Namun bagi warga Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Malang selatan, sepertinya sudah familiar dengan kata damang.
Dalam Bahasa Sunda, damang bermakna baik. ”Kalau di Jawa, artinya waktu yang longgar,” terang Peneliti Bahasa asal Universitas Negeri Malang (UM) Nurenzia Yannuar.
Contoh penggunaan kata damang dalam Bahasa Jawa Malangan seperti: Mene umak damang a?' (Besok kami longgar kah?). Nurenzia menyebut bahwa kata itu memang tidak banyak diketahui di Malang Raya. Sebab, penggunannya hanya sering dilakukan di wilayah tertentu.
”Kata itu akrab di telinga dan lidah masyarakat Kabupaten Malang, khususnya di area selatan,” imbuhnya. Biasanya masih sering digunakan warga seperti di Kecamatan Pagelaran. Namun yang sering menggunakannya yakni warga berusia paro baya.
Terkait kesamaan kosakata antara Bahasa Jawa dan Sunda, Nurenzia menyebut kalau dua istilah itu merupakan kerabat dekat. ”Asal muasal dua bahasa itu sama, yakni dari keluarga Bahasa Austronesia. Makanya didapati beberapa kemiripan kosakata,” ujar dia. (biy/by)
Editor : A. Nugroho