Melansir dari CNN Travel, Selasa (16/2), pengurus Taman Nasional Yosemite, Ashley Mayer mengungkapkan, bahwa fenomena ini bisa terjadi akibat adanya pembiasan cahaya matahari terhadap air terjun. ”Cahaya matahari yang menyebabkan air terjun terlihat bersinar sedemikian rupa,” tuturnya.
Jadi, ketika cahaya dari sudut matahari terbenam yang berwarna merah oranye itu menghantam air terjun, saat itulah terlihat tebing seakan-akan mengeluarkan api panas yang terjun bebas.
Terkait kunjungan, adapun waktu yang paling tepat untuk menyaksikannya adalah 5-15 menit sebelum matahari terbenam dan wisatawan disarankan agar menyiapkan peralatan mendaki seperti jaket, sepatu boot, dan head lamp demi keselamatan dan kenyamanan.
Tidak sampai di situ, keunikan lainnya dari obyek wisata ini adalah fenomena air terjun api hanya dapat dinikmati hanya sekali dalam setahun yang berlangsung pada pertengahan hingga akhir bulan Februari. Di tahun 2021 pengunjung bisa menyaksikannya antara tanggal 13 sampai tanggal 25 Februari.
Oleh karena itu, bagi para pelancong yang hendak bepergian ke sana di tahun ini, juga harus segera melakukan reservasi secara online melalui website resmi Taman Nasional tersebut. Sistem reservasi diberlakukan untuk membatasi jumlah pengunjung mengingat pandemi Covid-19 di AS yang belum usai.
Penulis: Gilang Ilham Editor : Ahmad Yani