Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) Apersi Jawa Timur (Jatim) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) kemarin (8/3).
Rakor di NK Cafe itu diikuti oleh perwakilan Apersi dari berbagai koordinator wilayah (Korwil) di Jatim. Seperti Kediri, Madiun, Probolingggo, bahkan Korwil NTT (Nusa Tenggara Timur).
Ketua Apersi DPD Jatim Makhrus Sholeh mengatakan, pembahasan utama dalam rakor ini adalah pembiayaan developer dan KPR (Kredit Perumahan Rakyat).
Karenanya, rakor tersebut berkolaborasi dengan dua bank milik pemerintah. Yakni Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
"Kami juga mendiskusikan permasalahan apa yang tengah terjadi dan langkah apa yang perlu diambil," terangnya.
Makhrus pun menyebut beberapa permasalahan yang tengah dihadapi Apersi DPD Jatim. Di antaranya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang masih membutuhkan waktu cukup lama dan harga rumah FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang tidak mengalami kenaikan selama 3 tahun.
Sementara itu bahan bangunan dan tenaga kerja harganya sudah naik. "Sayangnya dari pemerintah tetap dipatok dengan harga segitu," imbuhnya.
Untuk itu, kolaborasi dengan perbankan sangat diperlukan. Sebab 90 persen pembiayaan properti didanai oleh bank-bank tersebut. Selain itu Makhurs menjelaskan bahwa solusi dari masalah-masalah itu dibutuhkan guna percepatan semboyan DPD APERSI Jatim, yakni "Membantu Menyediakan Rumah untuk Masyarakat".
Saat ini, ada 300 anggota Apersi Jatim telah membangun rumah FLPP atau rumah subsidi pemerintah. "Cukup dengan uang muka satu sampai 10 persen, angsurannya sekitar Rp 950 ribu sampai selesai," jelasnya.
Tidak hanya itu, keuntungan rumah FLPP juga mendapat bantuan pemerintah sekitar Rp 40 juta. "Bagii keluarga yang belum punya rumah sangat membantu," kata dia.
Seperti bayar kos, tetapi kelak menjadi rumahnya sendiri dan gratis asuransi, ditambah bantuan uang muka Rp 4 juta.
Sementara itu Ketua umum DPP Apersi Junaidi Abdillah mengapresiasi Apersi Jatim atas terselenggaranya rakor ini. "Apersi Jatim memiliki pertumbuhan keanggotaan yang tinggi. Realisasi KPR di Jatim juga meningkat," ucapnya
"Dengan segala potensi yang ada di Jatim, Apersi perlu mengembangkan usaha untuk memaksimalkan potensi itu," tutupnya. (dur/nen) Editor : Neny Fitrin