Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Baznas Malang Raya Kejar Perolehan 15,9 M

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 15 April 2023 | 01:00 WIB
BAGI : Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi santunan bersama Baznas se-Jatim di wilayah Kota Malang. (Baznas Kota Malang for Radar Malang)
BAGI : Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi santunan bersama Baznas se-Jatim di wilayah Kota Malang. (Baznas Kota Malang for Radar Malang)
 

MALANG RAYA – Ramadan selalu menjadi momen lonjakan pembayaran zakat bagi umat muslim. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang dan Kota Batu menyambut momen itu untuk menggenjot target perolehan.

Salah satunya dengan mengoptimalkan titik-titik posko pembayaran zakat.

Data yang diterima Jawa Pos Radar Malang, Baznas Kota Malang sedang berusaha mengejar perolehan zakat mal maupun zakat fitrah sebesar Rp 3 miliar.

Mereka pun menyiapkan posko zakat di 205 titik. Sementara Baznas Kota Batu berusaha mengumpulkan zakat dengan target Rp 2,8 miliar.

Mereka juga menyiapkan posko di 67 titik. Khusus untuk Baznas Kabupaten Malang, mereka mengejar perolehan zakat sebesar Rp 10,1 miliar.

Total target dari tiga wilayah tersebut mencapai Rp 15,9 miliar.
Baca Juga : Baznas Kabupaten Targetkan Bedah 500 Rumah Duafa.

Ketua Baznas Kota Malang Sulaiman menjelaskan, tahun ini pihaknya memang harus lebih bekerja keras dalam pengumpulan zakat, infak, maupun sodaqoh (ZIS).

Sebab, tahun lalu terjadi penurunan yang sangat signifikan. Jika biasanya berada di kisaran Rp 3 miliar per tahun, pada 2022  hanya Rp 762 Juta. Artinya, penurunan yang terjadi  mencapai 85 persen.

Padahal, hasil penelitian Baznas Jatim menunjukkan potensi zakat di Kota Malang berada di angka Rp 50 miliar.

”Kalau yang berhasil dihimpun Baznas Kota Malang rata-rata Rp 3,5 miliar. Tapi juga pernah mencapai Rp 4,2 miliar,” terang Sulaiman.

Ada beberapa cara yang akan dilakukan Baznas untuk meningkatkan perolehan zakat.

Salah satunya dengan terus meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui transparansi atau laporan berkala pengelolaan dana umat. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Dengan cara itu, para muzakki atau orang yang berzakat mengetahui secara rinci dana yang diberikan telah disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pihaknya juga bakal memaksimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas yang berjumlah 205 unit. Lokasinya berada di masjid maupun sekolah yang tersebar di lima kecamatan.

”Untuk peruntukan pada awal tahun ini digunakan bedah rumah, bantuan pembangunan masjid, pembelian kaki palsu bagi disabilitas dan masih lainnya," terang Sulaiman.

Terkait penerimaan zakat fitrah, Pelaksana Bidang Keuangan Baznas Kota Malang Sulthon Hanafi mengaku sedang mempersiapkan surat edaran kepada Perangkat Daerah (PD) dan 205 UPZ di bawah naungan Baznas.

”Hingga saat ini sudah ada dua lembaga yang menyalurkan zakat fitrah ke kami. Yakni OJK dan Jasa Tirta. Total nilainya mencapai Rp 48 juta. Untuk zakat fitrah dari ASN Pemkot Malang kemungkinan setelah kami edarkan surat resmi,” jelas Sulthon.

Dia yakin penerimaan zakat fitrah tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya mencapai Rp 50 juta.
Baca Juga : Baznas Sebut Potensi Zakat di Kota Batu Capai Rp 5 M.

Sebab, Baznas Kota Malang akan melakukan penjemputan langsung kepada perusahaan yang ingin menyalurkan zakat ke Baznas. Beda dengan tahun lalu yang hanya fokus pada ASN saja.

Gelombang pembayaran zakat fitrah diprediksi bakal terjadi mendekati Hari H Lebaran. Namun, mulai H-10 Baznas Kota Malang membuka kantor selama tujuh hari kerja.

"Biasanya di detik-detik akhir baru berbondong-bondong. Kami sudah siapkan satu ruangan di Balai Kota Malang sebagai tempat penyimpanan beras,” tuturnya.

Persiapan yang sama juga dilakukan Baznas Kota Batu. Potensi zakat yang bisa dikumpulkan Baznas dari kota wisata itu diperkirakan mencapai Rp 2,8 miliar. Namun tahun lalu baru mencapai Rp 1,4 miliar.

”Perolehan zakat fitrah tahun 2022 tercatat Rp 900 juta. Sedangkan zakat mal Rp 500 juta. Kalau ditotal Rp 1,4 miliar,” kata Ketua Baznas Kota Batu Abu Sofyan.

Saat ini, jumlah muzakki yang membayar zakat di Baznas Kota Batu mencapai 1.540. Mayoritas adalah ASN. Selama bulan April ini, zakat yang masuk tercatat sebesar Rp 77 juta. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Sofyan menerangkan, Baznas Kota Batu mayoritas menerima zakat fitrah dalam bentuk uang. Saat ini, zakat fitrah disetarakan dengan uang sebesar Rp 35 ribu per orang.

Untuk warga yang ingin membayar zakat dalam bentuk beras, Baznas Batu menyarankan mereka melakukannya di posko (masjid atau musala).

”Di Kota Batu ada 67 titik posko zakat. Mereka selalu memberikan laporan setelah Hari Raya Idul Fitri,” imbuhnya.

Sofyan juga berharap seluruh ASN menyetorkan zakat ke Baznas Batu. Sebab sudah ada instruksi Peraturan Baznas RI Nomor 4 tahun 2018 tentang Pelaporan Pengelolaan Zakat.

”Contoh, untuk ASN golongan III ke atas, zakat malnya 2,5 persen dari gajinya. Contoh lain, infak untuk golongan I Rp 15 ribu dan golongan II Rp 25 ribu,” bebernya.

Di bagian lain, Baznas Kabupaten Malang juga berharap pengumpulan zakat fitrah tahun ini bisa mencapai Rp 100 juta. Dana tersebut dihimpun dari para ASN.
Baca Juga : Soal Kasus ACT, Dewanti Imbau ASN Salurkan Zakat via Baznas.

Namun mereka juga tidak menutup pintu jika masyarakat umum ingin berzakat ke Baznas.

”Semua orang sama. Kalau mau zakat fitrah ke kami dalam bentuk uang dengan nominal Rp 40.000,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Malang Khoirul Hafidz Fanani.

Dia menjelaskan, pengumpulan zakat dibatasi sampai 17 April 2023. Tujuannya agar zakat tersebut bisa segera dibagikan kepada para penerimanya.

Rencananya, pembagian zakat akan dimulai H-7 Lebaran. "Pembagiannya nanti tidak sama. Tergantung kondisi perekonomian penerima. Bisa juga satu orang menerima lebih dari Rp 60 ribu," kata Fanani.

Meski begitu, Baznas Kabupaten Malang tetap menjadikan zakat profesi sebagai prioritas. Zakat tersebut diperoleh dari pegawai golongan III ke atas.

Masing-masing menyumbangkan 2,5 persen dari pendapatannya. Pada 2022 lalu, organisasi pemerintah ini mampu mengumpulkan Rp 8,5 miliar. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Angka tersebut sebagian besar didapatkan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyisihkan pendapatannya. Dana tersebut pun telah disalurkan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk.

”Tahun ini, kami memberikan beasiswa kuliah hingga lulus kepada 70 pelajar, 15 unit gerobak bakso, hingga bedah rumah yang sudah dilakukan pada sekitar 200 rumah tidak layak huni (RTLH)," ungkapnya.

Untuk mendapatkan bantuan bedah rumah, warga bisa mengajukan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat dengan mengumpulkan KTP dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Setelah persyaratan terpenuhi, Baznas akan melakukan survei. Jika memenuhi kriteria Baznas, akan diberi bantuan.

Sementara itu, beasiswa kepada 70 pelajar itu diberikan kepada anak dari keluarga tidak mampu. Tahun lalu, Baznas juga memberikan beasiswa yang sama kepada 62 pelajar.

Bidang studinya pun tidak dibatasi. Sedangkan, besaran beasiswa masing-masing mahasiswa tergantung angka ketika MoU dengan pihak perguruan tinggi.

Dengan kemanfaatan seperti itu, Fanani berharap  pendapatan zakat profesi bisa meningkat pada 2023 ini. "Semoga bisa mencapai Rp 700 juta per bulan. Atau paling tidak Rp 10 miliar,” pungkasnya. (ada/fif/yun/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jawa pos radar malang #media online malang #berita malang #Mahasiswa malang #radar malang hari ini #Pemkab Malang #Pemkot Malang #berita malang hari ini #malang kota #wisata malang #dishub #kuliner malang #radar malang #pemkot batu #malang kipa #parkir liar