Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

17.511 Pemilih Pemula Belum Punya E-KTP

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 6 November 2024 | 21:50 WIB
Photo
Photo

MALANG RAYA – Pemungutan suara Pilkada 2024 tinggal 22 hari lagi.

Namun, jumlah pemilih potensial (pemilih pemula yang belum memiliki e-KTP) di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu mencapai 17.511 orang (lihat grafis).

Dispendukcapil di masingmasing daerah terus berupaya agar seluruh pemilih pemula itu bisa menyalurkan hak pilihnya pada 27 November mendatang.

Di Kabupaten Malang, jumlah pemilih pemula yang terdata mencapai 52.548 orang.

Hingga kemarin (4/11), yang sudah melakukan perekaman e-KTP 38.368 orang atau 73,02 persen.

 Sementara yang belum melakukan perekaman 14.173 orang.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kabupaten Malang Subianto menyebutkan, para pemilih pemula itu baru mencapai usia 17 tahun.

Bahkan sebagian di antara mereka baru mencapai usia 17 tahun saat mendekati hari pemungutan suara.

Seluruhnya telah terdaftar dalam hasil pencocokan dan penelitian (coklit) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang.

Untuk mengejar 100 persen perekaman pemilih pemula, Dispendukcapil Kabupaten Malang bersurat ke para camat, kemudian diteruskan ke desa-desa.

Isinya undangan untuk melakukan perekaman e-KTP di kantor kecamatan.

Nantinya, perangkat desa akan menyampaikan surat atau undangan ke pemilih yang bersangkutan.

“Kami juga sedang berkoordinasi dengan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur untuk mendapatkan data anak-anak pemilih pemula yang berpotensi di masing-masing sekolah,” kata pejabat eselon III B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Melalui pendataan tersebut, disdukcapil juga akan menyasar perekaman di sekolah-sekolah.

Subianto menjelaskan, perekaman e-KTP untuk pemilih pemula kerap terkendala ketika warga berusia 16-17 tahun itu sedang magang di luar Kabupaten Malang.

Rata-rata menganggap kepemilikan e-KTP belum menjadi prioritas.

Karena itu, masih ada keengganan di antara mereka untuk mengurus dokumen kependudukan.

Tak sedikit pula anak-anak yang berada di pondok pesantren belum mengurus e-KTP.

Padahal usianya sudah mencapai 17 tahun.

Pada pemilu 2024 lalu, total hanya 85 persen pemilih pemula terekam e-KTP.

Jemput Bola ke Sekolah PR yang sama juga ada di Kota Malang. Per 1 November lalu terdapat 2.500 orang pemilih pemula yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Sementara total pemilih potensial untuk Pilkada 2024 mencapai 8.421 orang.

”Jumlah pemilih potensial itu kami ambil berdasar data D4 Dapodik,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi, Administrasi Kependudukan, dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Malang M. Wahyu Hidayat kemarin (4/11).

Pemilih potensial tersebut merupakan pelajar SMA/ SMK se-derajat yang akan berusia 17 tahun sebelum pemungutan suara Pilkada 2024 pada 27 November mendatang.

Agar mereka bisa mencoblos, pihaknya melakukan jemput bola perekaman e-KTP.

Kegiatan yang sudah dilakukan sejak September lalu itu menyasar 29 sekolah.

Misalnya, pada September lalu dilakukan jemput bola ke SMK Negeri 2 Kota Malang, SMA Negeri 7 Kota Malang, dan SMA Negeri 9 Kota Malang.

Kemudian pada Oktober dilanjutkan ke beberapa sekolah seperti di SMK Negeri 4 Kota Malang dan SMA Negeri 5 Kota Malang.

”Awal November ini kami akan ke MAN 1 Kota Malang, MAN 2 Kota Malang, serta SMA Negeri 2 Kota Malang,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.

Dalam satu kali jemput bola, pihaknya menyasar tiga sekolah dan menjangkau 300 pelajar sampai 500 pelajar. Jemput bola bisa dilakukan dua kali dalam sepekan.

Proses itu akan terus berlangsung hingga pelaksanaan Pilkada 2024, yakni 27 November.

Terpisah, Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Rendatin) KPU Kota Malang Nur El Fathi mengatakan, pihaknya ikut hadir pada saat perekaman e-KTP pemilih pemula.

Tujuannya untuk melakukan sosialisasi tentang pilkada.

Baca Juga: 12.492 Warga Surabaya Belum Rekam E-KTP

Saat kick-off perekaman e-KTP pemilih potensial pada September lalu, sosialisasi disampaikan secara langsung oleh KPU.

Untuk saat ini sudah bisa ditangani PPK.

Sosialisasi itu berupa dorongan agar anak muda tidak apatis pada politik.

Sebab, pimpinan yang terpilih di tingkat kota bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk para pelajar.

”Sejauh ini kami melihat para pelajar sudah mulai melek politik. Saat sosialisasi disampaikan, banyak anakanak yang kritis dan memiliki literasi pilkada,” tandasnya.

Buka Layanan Hari Libur Sementara itu, Kota Batu tinggal menuntaskan perekaman e-KTP untuk 838 pemilih pemula.

Namun hal itu bukan pekerjaan mudah.

Sebab, sebagian besar di antara mereka menempuh pendidikan di luar kota atau sedang magang.

Masalah itu akan diatasi dengan cara membuka pelayanan pada libur akhir pekan.

”Mereka yang sedang menempuh pendidikan dan magang di luar kota tentu kesulitan bila harus mengurus perekaman e KTP di hari biasa. Kebanyakan mereka punya waktu luang di akhir pekan saja,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Darmanto.

Layanan itu akan di buka mulai 16 November.

Pada saat hari pemungutan suara juga masih dibuka layanan perekaman e-KTP.

Khususnya bagi pemilih pemula yang tepat berusia 17 tahun pada 27 November 2024.

Artinya, Dispendukcapil Kota Batu akan membuka layanan hari libur pada tanggal 16-17 dan 23-24 November.

Pelayanan dibuka di MPP Kota Batu mulai pukul 09.00 hingga pukul 13.00.

Namun, apabila banyak siswa yang melakukan perekaman, layanan bisa buka hingga pukul 16.00.

Para pemilih pemula tinggal membawa foto kopi kartu keluarga dan mengisi formulir.

Setelah melakukan perekaman, mereka juga langsung diarahkan mendaftarkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Sehingga, para pemilih bisa menggunakan hak pilihnya meski belum mencetak e-KTP.

Sejauh ini Dispendukcapil Kota Batu sudah melakukan berbagai upaya mempercepat perekaman e-KTP bagi pemilih pemula.

Mereka rutin melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah hingga desa.

“Pernah juga ke SMK yang ada di Kota Malang, karena banyak siswa asal Kota Batu sekolah di sana,” kata Darmanto.

Dari 2.463 pemilih potensial Kota Batu, 308 di antaranya merupakan siswa sekolah di Kota Malang.

Kemudian 236 siswa bersekolah di Kabupaten Malang.

Mulai dari jenjang SMK, SMA hingga ke pondok pesantren.

Yang paling banyak belum melakukan perekaman e-KTP berada di Kota Batu sendiri.

Yakni 622 pemilih dari 1.919. (yun/mel/iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#ektp #Malang Raya #belum punya #Pemilih