Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kamus Malangan: Kotrik

A. Nugroho • Sabtu, 6 Desember 2025 | 16:39 WIB
”Ayas papasan ambek kotrik nang gang sebelah sam, ayu tenan. Tipeku kan seng bodi mungil ngono iku”
”Ayas papasan ambek kotrik nang gang sebelah sam, ayu tenan. Tipeku kan seng bodi mungil ngono iku”

Sebelum kata ”kodew” familier di telinga warga Malang, diksi ”kotrik” sudah muncul duluan. Namun ”kotrik” hanya dipakai untuk menyebut perempuan bertubuh mungil. Relatif pendek dengan postur kecil. Sementara kodew lebih umum, untuk perempuan dengan berbagai ukuran, baik tinggi badan maupun berat badan.

Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati menjelaskan 'kotrik' dalam bahasa Indonesia bermakna capung. "Ada juga yang bilang artinya Jangkrik," kata dia.

Dia mengatakan, kotrik memiliki padanan kata lain. Seperti gantrung, kinjeng. Tapi kata kotrik untuk penyebutan perempuan diperkirakan hanya di wilayah Malang Raya. "Seingat saya, istilah kotrik untuk perempuan yang kecil, mungil, lincah," ujar dia.

Sementara itu, Peneliti Bahasa asal Universitas Negeri Malang (UM) Nurenzia Sidharta menyebut bahwa penyebutan kotrik untuk perempuan masih banyak digunakan pada era 1960 sampai 1970-an. Ada sedikit sentimen seksual yang menyertai. 

"Perempuan dianggap lemah, maka dijuluki kotrik. Tapi pada era 1980-an mulai pudar," ungkap dosen yang meneliti bahasa walikan itu.

Seiring perkembangan waktu, kini diksi ”kotrik” juga dipakai di dunia otomotif. "Istilah kotrik itu sampai sekarang masih banyak dipakai untuk menyebut mobil Suzuki Jimny Jangkrik," tandas dia. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#warga malang #perempuan #bahasa malangan #mungil