Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

AHY: Percepat Pembangunan 14.000 KM Jaringan Perkeretaapian di Luar Pulau Jawa, Terkendala Investasi

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Selasa, 28 April 2026 | 02:00 WIB
AHY: Butuh investasi Rp1.200 triliun hingga 2045 untuk membangun 14.000 KM rel kereta api, terutama di luar Pulau Jawa. (Sumber: Pixabay)
AHY: Butuh investasi Rp1.200 triliun hingga 2045 untuk membangun 14.000 KM rel kereta api, terutama di luar Pulau Jawa. (Sumber: Pixabay)

JAKARTA, RADAR MALANG – Investasi besar dibutuhkan Indonesia untuk membangun jalur kereta api. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meungkapkan bahwa investasi yang minim menyebabkan pembangunan jalur belum maksimal.

Membutuhkan investasi sebesar Rp 1.100—1.200 triliun sampai tahun 2045 demi wujudkan pengembangan 14.000 KM jaringan perkeretaapian erupa pembengunan jalur baru di luar Pulau Jawa.

AHY menilai kesenjangan investasi ini dipicu karena adanya selisih besar antara pembangunan jalan dengan perkeretaapian.

Baca Juga: Nyatakan Permohonan Maaf, Rudy Mas'ud Sampaikan Dua Komitmen Penting

“Kita tidak mengatakan pembangunan jalan tidak penting, tentu tetap harus kita lakukan, tetapi kita juga melihat adanya gap yang signifikan dalam investasi perkeretaapian. Ini yang harus kita koreksi bersama," kata AHY dalam keterangannya, ditulis Minggu (26/4/2026).

Ia menegaskan bahw melonjaknya dana tersebut tidak memunginkan untuk diebankan pada APBN. Perlu dilakukan inovasi dalam skema pembiayaan dengan berbagai pihak, termasuk kontribusi aktif pihak swasta.

"Angkanya memang besar, tetapi ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Harus ada creative financing, kolaborasi dengan swasta, dan keterlibatan berbagai pihak," jelas AHY.

Baca Juga: Resmi Reshuffle Kabinet, Prabowo Subianto Lantik Sejumlah Pejabat Negara Hari Ini

Pemerintah daerah turut mendukung adanya pengembangan transportasi umum.

Salah satu pin yang disoroti dalam pengembangan jaringan perkeretaapian adalah mempercepat pengadaan jalur tersebut di luar Pulau Jawa, meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Hal tersebut berguna untuk menekan biaya logistik, menyamaratakan wilayah, dan memudahkan akses pergerakan barang antarwilayah di Indonesia.

AHY menjelaskan bahwa setiap pulau memiliki tantangan yang berbeda, mulai dari fokus perluasan jalur di Sumatera, mengembangkan integrasi jalur kereta api di kawasan industri di Pulau Sumatera, dan penmbangunan jalur rel kereta api mulai dari nol di Pulau Kalimantan.

Editor : Aditya Novrian
#jalur perkeretaapian #ahy