Seperti kisah Markonah, 20, dan Makucel, 20, kita kali ini. Ceritanya bermula saat Markonah yang tinggal di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, berniat kongkow bersama teman-temannya di salah satu kedai kopi di Jalan Diponegoro, Kota Batu, awal September lalu. Tiba-tiba saja, dia menerima panggilan telepon dari Markucel, mantan pacarnya yang tinggal di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Di ujung telepon, Markucel ingin bertemu dengannya.
Karena sudah putus, awalnya Markonah ragu melayani keinginan Markucel untuk bertemu. Namun bayangan dulu pernah memadu kasih, dia berpikir positif saja. Dia lantas memberi kesempatan Markucel ketemu, layaknya teman biasa.
Obrolan di kedai kopi itu pun mengalir saja. Markonah yang sudah punya pacar baru tidak merasakan adanya bunga-bunga asmara dalam perbincangan singkat itu.
Namun hal berbeda dirasakan Markucel. Cukup lama tak bersua, dia melihat mantannya kian aduhai. Nah, setelah perbincangan itu, Markucel tak langsung pulang. Dia ternyata membututi Markonah hingga ke Jalan Welirang. Dia lantas memepet sepeda motor Markonah sambil meminta mantannya itu menepi karena dia hendak berbicara sesuatu.
Markonah mendadak kaget dan menghentikan sepeda motornya saat Markucel menarik kerudungnya. Keduanya pun berhenti di pinggir jalan. Dengan ekspresi yang terlihat tak karuan, Markucel meminta balikan dengan Markonah. Namun perempuan itu menolak permintaan Markucel dengan menggelengkan kepala.
Rupanya, kekhawatiran plus rasa cemas yang membayangi Markucel saat minta balikan dengan Markonah kejadian juga hingga membuatnya gelap mata. Tangan kanannya tiba-tiba menonjok wajah Markonah hingga membuat mata kirinya lebam. Usai melampiaskan emosinya, Markucel meninggalkan Markonah di tepi jalan.
Oleh orang tuanya, Markonah lantas melaporkan sang mantan yang tega menganiayanya itu ke Polres Batu. ”Tetapi laporannya sudah dicabut karena si laki-laki itu minta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali,” kata Bripda Lintang Swasti, anggota Unit PPA Polres Batu.
Editor : Shuvia Rahma