Pelatih Kiper Arema FC Jarot Supriadi menyebut ada banyak program latihan refleks untuk penjaga gawang. ”Kami mempunyai sekitar lima metode biasa digunakan untuk mengasah aspek tersebut,” jelas eks pelatih Timnas U-19 tersebut.
Di antaranya yakni foot-catch drill, parrying drill, rotation drill, group drill, dan wall ball. Metode terakhir paling sering digunakan. Umumnya, dalam proses latihan tersebut bola yang digunakan adalah bola tenis. Bola itu akan dilemparkan ke penjaga gawang dengan arah bervariasi. Lalu kiper bisa menangkap atau membloknya. Untuk melakukan latihan itu, pelatih kiper Arema kerap menggunakan raket tenis.
Jarot mengatakan, dengan bola kecil, konsentrasi penjaga gawang akan terasah. Selain itu, mereka juga akan terlatih berpikir dan bergerak cepat. ”Jadi refleks kiper benar-benar dilatih secara maksimal,” kata dia. Bagi seorang penjaga gawang, Jarot menyebut bila refleks adalah aspek penting untuk seorang kiper. ”Karena objek bola yang harus diantisipasi tidak selalu sama,” jelas pria yang sempat menjadi pelatih kiper Persipura Jayapura tersebut.
Apalagi saat terjadi kemelut di depan gawang, yang bisa membuat bola datang dari beragam sudut. Berangkat dari itu, Jarot menilai kalau refleks kiper Arema FC cukup penting untuk terus diasah. Hasilnya, penampilan penjaga gawang Arema FC saat ini masih cukup baik. Dari empat laga, mereka sudah kebobolan lima gol. Selama kurun waktu itu, ada catatan satu kali nirbobol dan 15 kali save. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno