Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ya Duel, Ya Reunian

Mardi Sampurno • Senin, 29 Agustus 2022 | 19:00 WIB
JAGA PROFESIONALITAS: Striker Arema FC Abel Camara (kiri) dijaga gelandang Persija Jakarta Hanif Sjahbandi. Pasca hijrah ke Persija, pertandingan tadi malam menjadi pengalaman pertama Hanif bermain sebagai lawan di Stadion Kanjuruhan. (Darmono/Radar Malan
JAGA PROFESIONALITAS: Striker Arema FC Abel Camara (kiri) dijaga gelandang Persija Jakarta Hanif Sjahbandi. Pasca hijrah ke Persija, pertandingan tadi malam menjadi pengalaman pertama Hanif bermain sebagai lawan di Stadion Kanjuruhan. (Darmono/Radar Malan
KABUPATEN - Pertemuan Arema FC kontra Persija Jakarta tadi malam menjadi ajang reuni beberapa pemain. Di tim Arema FC, tercatat ada beberapa nama yang sebelumnya sempat membela tim berjuluk Macan Kemayoran itu. Mereka adalah Hasyim Kipuw, Evan Dimas, Rendika Rama, Adam Alis, sampai kapten tim Johan Ahmat Farizi. 

Sedangkan di Persija Jakarta, ada Hanif Sjahbandi yang sebelumnya sempat berseragam Singo Edan. Menanggapi pertemuan dengan Persija, beberapa penggawa Singo Edan mengaku antusias. Seperti disampaikan Evan Dimas Damono. ”Momen yang spesial, karena dulu diterima dengan baik di Persija Jakarta,” kata dia. 

Dia laga tadi malam, dia juga bisa bertemu teman-teman yang pernah membela Timnas bersamanya. Seperti Syahrian Abimanyu, Hanif Sjahbandi, Rezaldi Hehanusa, dan Hansamu Yama. Bersama nama terakhir, yakni Hansamu Yama, dia sempat bersama-sama membantu Timnas U-19 menjadi juara piala AFF. Meski respect, namun selama pertandingan berlangsung, Evan tetap fokus berjuang untuk Singo Edan. ”Sebagai profesional, tentunya selama 90 menit menjadi lawan,” jelasnya. 

Sementara itu, Hanif Sjahbandi mengaku cukup excited bisa kembali ke Stadion Kanjuruhan. ”Ini menjadi laga yang spesial untuk saya. Karena sebelumnya saya cukup lama bermain dengan Arema,” kata eks pemain Persiba Balikpapan tersebut. Hanif mengaku tidak masalah dengan atmosfer pertandingan yang luar biasa. Menurutnya, sebagai seorang pemain profesional, mendapat tekanan dari suporter tuan rumah adalah sesuatu yang normal. 

”Itu menjadi lumrah dalam sepak bola. Saat dukungan yang pernah dirasakan kini berbalik (menjadi tekanan),” tutur bapak satu anak itu. Pemain yang berposisi di gelandang itu mengaku tetap menjaga silaturahmi dengan pemain dan pelatih Singo Edan. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno
#Arema FC #BRI Liga 1 #Persija Jakarta #Tim Singo Edan