Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Obati Rindu dengan Video Call

Mardi Sampurno • Sabtu, 24 Desember 2022 | 20:20 WIB
MENAHAN KANGEN: Rizky Dwi Febrianto (kiri) diturunkan sejak menit awal saat Arema FC bertemu Persis Solo, 11 Desember lalu.
MENAHAN KANGEN: Rizky Dwi Febrianto (kiri) diturunkan sejak menit awal saat Arema FC bertemu Persis Solo, 11 Desember lalu.
Penerapan sistem bubble pada lanjutan Liga 1 membuat pemain-pemain Arema FC harus rela berjauhan dengan keluarga. Sejauh ini, mereka kerap berpindah-pindah kota di Jawa Tengah.

Seringnya di Solo, kadang juga ke Bantul. Untuk mengobati rasa rindu dengan anggota keluarga, mereka memanfaatkan fitur video call. Seperti disampaikan Rizky Dwi Febrianto. ”Video call bisa jadi alat melepas rindu kepada anak,” kata mantan pemain Madura United tersebut.

Dari fitur itu, dia juga ikut memantau perkembangan anaknya. Saat ini, anak Rizky masih berusia satu tahun. Umumnya, dia melakukan video call ketika waktu luang. Seperti sesudah latihan atau pertandingan. Baginya, anak menjadi salah satu sumber semangatnya dalam berkarier.

Senada dengan dia, Irsyad Maulana juga mengaku cukup terbantu dengan adanya fitur video call. Itu memudahkan dia untuk komunikasi dengan keluarganya, yang saat ini ada di Kota Malang. ”Ya, kalau lewat video call lebih enak saat ngobrol,” kata dia.

Berangkat dari itu video call sudah menjadi ‘ritual’ wajib yang selalu dilakukan dia sebelum dan sesudah latihan. Lewat cara itu, dia bisa me-recharge energi dan motivasinya. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno
#Pemain Arema FC #rela berjauhan dengan keluarga. #Penerapan sistem bubble #liga 1