GIANYAR - Catatan positif Arema FC dalam melakoni laga uji coba terus berlanjut. Bertanding melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta kemarin sore (18/6), tim berjuluk Singo Edan itu menang melalui adu penalti. Babak itu menjadi tambahan setelah selama 2 x 45 menit kedua tim bermain imbang 0-0. Selama babak tos-tosan, lima penendang Arema FC sukses menjalankan tugasnya.
Eksekusi yang dilakukan Gustavo Almeida, Charles Lokolingoy, Ichaka Diarra, Ginanjar Wahyu, dan Rifad Marasabessy tidak sekalipun ditahan kiper Bali United Muhammad Ridho. Berbeda dengan kipper Arema FC Teguh Amiruddin yang sukses menahan tendangan satu pemain Bali United, yakni Kadek Arel Priyatna.
Tendangan pemain 18 tahun yang mengarah ke kanan gawang itu diblok dengan tepat oleh mantan kiper Persikabo 1973 tersebut. Babak penalti berakhir dengan skor 5-4 untuk Singo Edan. Kemenangan Arema FC dalam laga uji coba sebelumnya didapatkan saat melawan Persikabo 1973. Kala itu, Muhammad Rafli dan kawan-kawan menang dengan skor telak 3-1. Dedik Setiawan menjadi actor utama dalam kemenangan tersebut.
Pelatih Arema FC I Putu Gede mengaku belum puas meski para penggawa Arema FC meraih kemenangan di Bali. Dia menilai masih ada sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya masalah konsistensi. “Pada beberapa momen masih sering melakukan kesalahan individu,” katanya.
Contohnya ketika membangun serangan, para pemain kurang maksimal dalam passing. Akibatnya, Bali United sempat punya kesempatan mengancam gawang Teguh. Catatan Putu lainnya terkait finishing. Beberapa peluang tidak bisa dikonversi menjadi gol karena kurang tenang. Berdasar catatan wartawan koran ini, ada 4 peluang emas yang disia-siakan pemain Arema FC.
Salah satunya didapatkan pemain sayap Hamzah Titofani pada menit akhir pertandingan. Dia gagal menceploskan bola ke gawang lawan yang jaraknya kurang 1 meter dengan dirinya. Meski permainan tim belum optimal, mantan pelatih PSMS Medan itu tetap angkat topi kepada para pemain. Dia menilai Achmad Maulana Syarif cs mau bermain ngotot untuk menunjukkan yang terbaik.
“Semoga semangat tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya. Pada pertandingan kemarin, Putu juga menguji semua aspek. Mulai dari skema permainan menggunakan pemain asing, mencoba para pemain muda, sampai adaptasi di lapangan. Ini dilakukan lantaran pada Liga 1 musim 2023/ 2024 mendatang, Arema FC akan menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai home base.
Pada babak pertama, tim pelatih mencoba skema satu pemain asing dan 10 pemain lokal. Center back Ichaka Diarra menjadi legiun asing pertama yang dimainkan. Sedangkan pada babak kedua, pelatih menambah dua pemain asing. Gustavo Almeida dan Charles Lokolingoy dicoba tampil bersama. Laga melawan Bali United itu sekaligus menjadi pertandingan pertama Gustavo dan Charles bersama Arema FC.
Kedua pemain itu sebelumnya absen di uji coba melawan Persi kabo 1973 karena menuntaskan urusan administrasi. Gustavo Almeida mengaku senang, meski belum sepenuhnya puas. Menurutnya, ada sejumlah hal perlu ditambah. ”Ini waktu yang bagus untuk saya. Tapi saya masih harus terus bekerja keras,” katanya.
Pemain asal Brazil itu mengaku ingin bisa menciptakan gol. Itu sebuah keharusan sebagai seorang striker. Seperti di klub-klub sebelumnya, dia selalu bisa memberikan kontribusi gol untuk tim. Di tempat terpisah, Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas mengaku puas dengan penampilan para penggawa asing. Dia belum bisa menuntut lebih lantaran kondisi mereka belum maksimal. “Secara potensi mereka bagus. Tapi kondisinya masih 60 persen,” katanya.
Wiebie memastikan tim akan memanfaatkan sisa waktu sebaik-baiknya sebelum kompetisi berjalan. Salah satunya dengan mencoba menggelar pemusatan latihan dan melakukan pertandingan uji coba lagi. Sebagai informasi, pada pertandingan kemarin Arema FC bermain tanpa sejumlah pemain senior. Di antaranya Bagas Adi Nugroho, Jhon Alfarizi, Dendi Santoso, Evan Dimas, dan Samuel Balinsa. Mereka tidak dibawa ke Bali lantaran mengalami cedera. (gp/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana