Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Triathlon Kota Malang Dituntut Banyak Modifikasi Program Latihan

Galih R Prasetyo • Minggu, 23 Februari 2025 | 19:30 WIB
BELUM MAKSIMAL: Atlet Triathlon Kota Malang menjalani sesi latihan aquatic di kolam renang Lapangan Rampal, pekan lalu.
BELUM MAKSIMAL: Atlet Triathlon Kota Malang menjalani sesi latihan aquatic di kolam renang Lapangan Rampal, pekan lalu.

PERSIAPAN cabor Triathlon Kota Malang sebelum tampil di Porprov Jawa Timur IX kurang maksimal.

Mereka kesulitan mendapat sarana latihan yang ideal atau sesuai standar.

Akibatnya, harus banyak melakukan penyesuaian saat menggembleng atlet.

Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kota Malang Yose Beal mengatakan, atletnya sulit maksimal saat menjalani latihan renang.

Penyebabnya, kolam renang yang ada di Kota Malang belum sesuai standar.

Itu karena, relatif pendek jaraknya.

Sedangkan, venue latihan aquatic yang ideal untuk triathlon adalah pantai dan danau.

Tempat tersebut bisa membuat atlet berlatih dengan rute memanjang.

Bukan memutar.

”Jadi sebenarnya basic dari triathlon adalah olahraga renang terbuka. Bukan kolam,” papar dia.

Selain itu, saat berlatih di kolam renang, atletnya tidak mendapat rute searah seperti halnya saat kejuaraan.

Akibatnya, catatan waktu yang didapat atlet saat berenang sulit menjadi patokan.

Menurutnya, rata-rata panjang kolam renang di Kota Malang 100 meter.

Sedangkan regulasi kejuaraan Triathlon harus berenang sejauh 700 meter.

”Keterbatasan itu, membuat atlet kami harus melakukan penyesuaian rute saat renang,” ucapnya.

Sejauh ini, Triathlon Kota Malang telah menggunakan sejumlah venue untuk tempat latihan mereka.

Di antaranya kolam renang di Lapangan Rampal.

Lalu Family Club Araya dan Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud). (wb3/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#cabor triathlon #Kota Malang #Sarana latihan