BALI- Meski digelar tanpa pemain ke-12, Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes melihat, atmosfer derbi Jawa Timur nanti sore (15.30 WIB) tidak berubah.
Pertemuan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya jadi laga yang masih syarat gengsi.
Kedua tim tidak ada yang ingin mengakhiri laga dengan kekalahan.
”Pertandingan besok (nanti sore) seperti laga yang mempertemukan SL Benfica melawan Sporting CP di Portugal,” kata Gomes.
Dia bercerita, Derby de Lisboa antara kedua tim itu selalu menarik perhatian banyak orang.
Baik itu sebelum dan sesudah laga.
Berangkat dari itu, laga kedua tim selalu berjalan dengan kompetitif.
Hal tersebut juga menjalar di kompetisi.
Masing-masing klub tidak ada yang ingin menuntaskan Liga Portugal dengan berada di bawah tim rival.
Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro itu, persaingan di Derby de Lisboa sudah terjadi sejak lama.
Dia mendengarkan ceritanya, sebelum menjadi pemain profesional.
”Selama waktu itu kedua tim selalu berusaha berkembang dan menjadi lebih kuat,” paparnya.
Berangkat dari pengalaman itu, dirinya menyadari pentingnya laga melawan Persebaya untuk bisa dimenangkan.
Menurutnya, catatan negatif Arema FC lawan Persebaya tidak boleh dijadikan beban.
Elemen tim harus terlecut dan termotivasi mengakhiri dominasi lawan.
”Statistik tersebut harus membuat kami lebih kerja keras lagi dan menunjukkan permainan lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Dia percaya, Dedik Setiawan dkk mempunyai kemampuan untuk mencapai hasil yang lebih positif.
Gomes ingin memberikan kemenangan untuk Aremania. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho