Pada sebuah cermin, tentu kita bisa melihat pantulan yang dihasilkan oleh cermin tersebut. Begitu juga dengan diri kita saat becermin, tentunya bayangan kita sendiri yang akan tampak di depan cermin. Dari contoh cermin tersebut ada pelajaran yang dapat kita ambil sebagai cerita. Tentunya dengan melihat diri kita secara gamblang, banyak pertanyaan yang terbesit di benak. Siapa sih diri kita yang sesungguhnya? Lalu untuk apa kita hidup? Sejatinya hidup itu untuk memuliakan hidup. Dengan kita banyak belajar dan intropeksi untuk diri sendiri, maka tidak banyak hidup yang tersia-siakan setiap harinya. Intinya kita harus banyak belajar bukan sibuk untuk menggurui dan menasihati orang lain. Begitu indah ternyata belajar dari sebuah cermin yang nyatanya mampu mencerminkan kehidupan kita.
SMK PGRI 3 Malang adalah sebuah sekolah di mana kami bekerja. Berprofesi sebagai guru, menjadikan kami belajar banyak hal salah satunya budaya. Ketika menjalani profesi ini, tentunya keikhlasan dan kesabaran harus selalu tertanam dengan bijak. Bagi kami, budaya itu adalah kebiasaan yang baik karena terus menerus dilakukan. Sama halnya di SMK PGRI 3 Malang, banyak kebiasaan baik dan baru yang kami temukan di sini. Kedisiplinan, ketertiban, dan ketegasan yang telah membudaya di SMK PGRI 3 Malang ini nyatanya mampu mengubah kami menjadi lebih baik lagi. Kembali lagi, ternyata budaya yang ada itu telah membudaya dalam diri kami.
SMK PGRI 3 Malang merupakan sekolah swasta yang menjadi kebanggaan banyak warga Malang. Bagaimana tidak, banyak dari orang tua yang memercayakan anaknya untuk bersekolah di sana. Mengapa? Alasannya cukup simpel, yaitu ingin anaknya berubah disiplin dan sukses. Bangganya kami menjadi salah satu jujukan orang tua untuk anaknya dididik dan diberikan pengajaran. Selain bangga, tentu PR yang tidak mudah untuk kami mengubah mereka menjadi jauh lebih baik lagi. Salah satunya dengan mendoktrin budaya kepada mereka. Pengalaman dari kami, saat anak baru pindah hati dari Tingkat SMP ke SMK ternyata cukup sulit mengajarkan budaya disiplin. Adaptasi yang mereka lakukan dan waktu yang dibutuhkan tentu berbeda-beda. Dari sini, kami sebagai seorang guru banyak belajar. Sabar yang dibalut dengan Ikhlas harus membudaya dulu pada diri kami.
Sekolahku adalah cerminanku, istilah ini memang benar adanya. Banyak belajar dari budaya sekolah, ternyata menjadi bentuk tanggung jawab tersendiri bagi kami. Belajar memperbaiki diri dan tanggung jawa terhadap apa yang telah disuguhkan di sini menjadikan kami banyak berubah. Sehingga kami mampu berinovasi dan mengoptimalkan potensi yang ada pada diri kami. Baik potensi intelektual, emosional, dan spiritual harus kami kantongi untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi. Tentunya untuk disalurkan pada anak didik kami juga nantinya.
Editor : Indra Andi