Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

34 Nyawa Meregang di Jalanan

Nahdiatul Affandiah • Minggu, 19 April 2026 | 14:07 WIB
JALUR RAWAN: Personel Satlantas Polres Malang memeriksa kendaraan yang ringsek akibat kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.
JALUR RAWAN: Personel Satlantas Polres Malang memeriksa kendaraan yang ringsek akibat kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.

KEPANJEN – Angka kecelakaan di Bumi Kanjuruhan masih tinggi. Dalam kurun tiga bulan, Januari-Maret lalu, satlantas Polres Malang mencatat 187 kali kecelakaan. Sekitar 34 nyawa di antaranya meregang di jalanan, sementara 296 luka ringan dan 3 luka berat.

Akibat kecelakaan tersebut, kerugian material mencapai Rp 250 juta. Dari ratusan kecelakaan itu, ada tiga titik black spot atau daerah rawan kecelakaan. Yaitu Jalan Raya Bululawang, Jalan Raya Lawang, dan Jalan Raya Slorok di Kromengan.

Baca Juga: Target Angka Laka Lantas Turun 15 Persen, Polresta Kota Malang Perketat Pengawasan lewat ETLE di Lima Titik

“Mayoritas penyebab kecelakaan karena faktor kelalaian pengendara,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin kemarin.

Selain faktor kelalaian saat berkendara, dia melanjutkan, pada ketiga jalan tersebut memang kerap dilalui kendaraan dengan ukuran besar. Kondisi jalan yang selalu ramai juga menjadi faktor penting seringnya terjadi kecelakaan.

Beragam upaya sudah dilakukan oleh kepolisian. Mulai dari memasang banner rawan kecelakaan hingga memasang rambu-rambu lalu lintas. Aparat kepolisian bersama pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga kerap melakukan penertiban pengemudi yang melanggar aturan melalui tilang dan teguran presisi. Pada Februari dan Maret lalu meningkat karena masih dalam masa arus mudik dan arus balik Lebaran.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Madiun, Sopir Truk Tewas Usai Tabrak Bus

Samsul mengakui ada lonjakan kendaraan secara signifikan saat musim Lebaran. Per harinya, dia mengatakan, mobilitas kendaraan di jalanan Kabupaten Malang meningkat dua kali lipat. Lonjakan volume kendaraan berbanding lurus dengan risiko kecelakaan yang semakin tinggi.

Salah satu kecelakaan terjadi di Jalan Raya Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung pada 9 Maret lalu. Seorang pengendara Honda Astrea Grand bernama Kholis, 26, warga Desa Jatiguwi meninggal dunia. Itu setelah terlibat kecelakaan tabrak samping oleh Pikap Daihatsu Grand Max.

Agus Kurniawan, 39, warga Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung saat itu mengemudikan pikap dengan kecepatan sedang. Namun pengendara Honda Astrea Grand tiba-tiba keluar dari gang tanpa memperhatikan kanan-kiri. ”Karena jarak sudah dekat, kecelakaan tidak bisa dihindari dan berakhir dengan meninggalnya pengendara motor,” kata dia. (aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#Bumi Kanjuruhan #Satlantas #laka lantas #kecelakaan