Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UIN Mengabdi, Ajari Emak-Emak Mengaji hingga Wisata Petik Jeruk

Shuvia Rahma • Kamis, 1 Oktober 2020 | 15:57 WIB
Dosen UIN Malang Dr Sutaman memberi materi ngaji kepada warga Dusun Sempu, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Agustus lalu. (Syaiful for Radar Malang)
Dosen UIN Malang Dr Sutaman memberi materi ngaji kepada warga Dusun Sempu, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Agustus lalu. (Syaiful for Radar Malang)


Sentuhan spiritual dengan membimbing warga desa memahami Alquran, menjadi salah program UIN Mengabdi. Seperti yang dilakukan dosen senior KH Sutaman dan Dr. Saiful Mustofa di Dusun Sempu, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Agustus lalu. Seperti apa?


Photo
Photo
Program Qoryah Thoyyibah UIN Malang


Sejumlah 30-an warga yang tergabung Majelis ‘Tholabul ‘Ilmi’ tampak serius belajar mengaji Alqur’an di Musola Bumi Luhur Dusun Sempu Desa Gadingkulon Dau. Mereka menyimak materi yang disampaikan KH Sutaman, dosen sekaligus pengasuh Pesantren al Wafa Dinoyo. Selama mengaji, mereka juga menerapkan protokol kesehatan ketat.

Mayoritas warga di desa yang berada di lereng Gunung Batok ini masih buta Alquran. Sehingga dalam program UIN Mengabdi bertitel Qaryah Thayyibah (Kampung Tangguh) ini, fokus garapan pada bidang pembinaan mental spiritual. Pelan-pelan warga dikenalkan tentang ayat suci tersebut.

”Kami sangat gembira dengan kehadiran tim UIN yang telah membimbing mengaji Alquran dan memberi penjelasan isi kandungannya. Semoga kami mampu melaksanakan apa yang ada di Alquran dalam kehidupan sehari-hari” harap Siti, Ketua Majelis Tholabul Ilmi.

Selain kegiatan mengaji, tim UIN mengadakan santunan anak yatim dan fakir miskin dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1442 H di Masjid Nur Rahman Desa Gadingkulon. Acara ini dihadiri sekitar 150 warga, pemerintah desa, 10 dosen UIN Maliki Malang, 12 pengurus TPQ (Taman Pendidikan Alquran), 40 anak yatim piatu dan fakir miskin.

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Malang Dr Syaiful Mustofa yang juga anggota kelompok ini salut atas kerja sama pemerintah desa dan masyarakat Gadingkulon. Apalagi dari kalangan emak-emak yang semangat belajar agamanya cukup tinggi.

”Mereka bersemangat untuk maju,” puji Syaiful Mustofa.

Karena desa ini mempunyai lahan jeruk terluas se-Kabupaten Malang, tim UIN sekaligus memanfaatkan wisata petik jeruk. Mereka guyub bersama para warga yang mayoritas petani jeruk.

”Desa kami berada di lereng gunung dengan suhu udara sekitar 20 derajat, hampir semua warga mempunyai lahan jeruk, lahan tersebut kami manfaatkan untuk wisata petik jeruk,”ujar Suwaji, petani jeruk yang punya lahan seluas 5 hektar ini.



Pewarta: sut Editor : Shuvia Rahma
#JPRM #uin mengabdi