“Kami senang bisa transfer ilmu kepada para siswa-siswi ini. Sebab, ini bagian dari penguatan Pancasila. Mereka adalah penjaga warisan luhur budaya bangsa. Kami harap transfer ilmu ini tidak berhenti di sini saja,” ujar Ita Fitriyah ST, owner Batik Lintang Malang sekaligus asesor batik nasional, kemarin (25/1).
Para siswa pun bersemangat belajar membatik. Mereka mendapatkan selembar kain putih sebagai media praktik. Mereka belajar membatik motif telang kusuma. Motif ini adalah kreasi yang terinspirasi bunga telang yang banyak tumbuh di kawasan Pandaan.
Menurut Ita, kampung RW 10 Desa Ngijo acapkali disambangi siswa siswi dari berbagai usia. “Ada yang SMP seperti mereka ini. Ada juga SD, PAUD, SMA dan bahkan kampus. Saya melihat antusiasme siswa besar. Sebab, ini kali pertama mereka langsung praktik membatik,” terangnya. Mereka juga banyak bertanya saat praktik membatik. (fin/nay Editor : Mardi Sampurno