MALANG KOTA - Sebanyak 14.821 mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya (UB) mulai menjalani pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB), kemarin.
Kegiatan yang dulu bernama Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) itu akan berjalan selama tiga hari, sampai Rabu nanti (14/8).
Selanjutnya, maba akan menjalani kegiatan orientasi di masing-masing fakultas mulai 15 hingga 18 Agustus mendatang.
Baca Juga: Jelang PKKMB, Pedagang Pernak-pernik Ospek di UB Mulai Menjamur
Rektor UB Prof Widodo SSi MSi PhD menyebut ada dua poin yang diusung pada PKKMB tahun ini. Pertama, membentuk karakter mahasiswa yang memiliki visi.
UB ingin membentuk karakter maba untuk berpengaruh di lingkungan global.
Kedua, mengenalkan budaya kampus untuk tujuan berkelanjutan.
Widodo mengungkapkan, kegiatan PKKMB tersebut juga sebagai wadah untuk menumbuhkan potensi diri.
”Karena itu kami juga adakan open house (OH) untuk pengenalan 59 unit kegiatan mahasiswa,” kata dia.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UB Prof Dr Ir Imam Santoso MP mengatakan, seluruh mahasiswa yang tergabung pada PKKMB merupakan mahasiswa pada jenjang vokasi hingga sarjana.
Di samping itu, UB juga menerima maba disabilitas.
”Tahun ini kami menerima 32 pendaftar, namun 19 maba yang lolos,” kata dia. Imam memastikan bila pihaknya bakal pendampingan penuh kepada 19 maba disabilitas tersebut.
”Kami berdayakan relawan dari Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) UB,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan UB Dr Sujarwo SP MP mengatakan bila kegiatan PKKMB akan dilakukan melalui dua tahap.
Yakni secara luring bersama-sama saat upacara pembukaan di Lapangan Rektorat UB.
Kemudian, sekitar 5 ribu maba akan dimobilisasi untuk mengikuti orientasi di tiga tempat.
Yakni GOR Pertamina, Samantha Krida dan Auditorium.
”Sisanya sekitar 10 ribu maba akan mengikutinya secara daring,” ujarnya.
Baca Juga: UB Halal Metric Hadir untuk Tingkatkan Ekosistem Halal
Sementara, hari berikutnya secara bergantian per kloter akan mengikuti secara luring.
Itu dilakukan untuk menekan angka kemacetan yang ditimbulkan saat kegiatan berlangsung.
Jarwo menambahkan, berbagai tokoh akan dihadirkan untuk mengisi materi.
Seperti perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kepala Densus 88 Antiteror.
”Kami harap paparan materi bisa memberikan inspirasi kepada maba,” pungkas Jarwo. (ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana