Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kamus Malangan: Sak Teng

Bayu Mulya Putra • Minggu, 2 Maret 2025 | 18:25 WIB
Grafis Lingua Franca Kampus Malangan. (RADAR MALANG)
Grafis Lingua Franca Kampus Malangan. (RADAR MALANG)

DULU, mata uang dalam bentuk koin disebut dengan sen.

Kemudian, di Malang Raya, beredar istilah sak teng.

”Satu teng itu zaman dulu merujuk ke jumlah 10 sen,” kata Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono.

Pengucapannya bisa beragam.

Ada yang se teng, sak teng, atau si teng.

Terkait asal kata tersebut, Dwi menyebut dua kemungkinan.

Pertama, diambil kosakata dari salah satu dialek dalam bahasa China dengan ciri khas koin berlubang.

Kedua, istilah itu asli Nusantara, terutama dari Jawa.

Tapi yang jelas, pada masa kolonial sampai tahun 1961, istilah tersebut marak digunakan.

Kala itu, uang dengan nominal sen atau seperseratus kurang dari satu rupiah masih dipakai.

Penyebutannya berlaku kelipatan.

Misalnya 20 sen menjadi rong teng.

Pemakaian istilah tersebut, menurut Dwi, mulai pudar ketika mata uang sen ditarik dari peredaran.

Tapi di masya rakat Jawa Timur, khususnya di Malang, terkadang masih terdengar orang menggunakan kata tersebut. (biy/by)

Editor : Aditya Novrian
#sak teng #kamus malangan #bahasa malangan