MALANG KOTA - Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SD dimulai kemarin (29/9). Pada hari pertama itu, siswa-siswi kelas 5 SD mendapat 30 soal literasi. Mayoritas pelajar bisa menyelesaikannya dalam waktu 45 menit.
Itu lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. Yakni 90 menit. Untuk diketahui, Kota Malang mendapat jatah gelombang tiga dan empat untuk pelaksanaan ANBK jenjang SD. Gelombang tiga dimulai 29 sampai 30 September. Sementara gelombang empat digelar pada 1 sampai 2 Oktober mendatang.
Tiap gelombang memiliki tiga sesi pelaksanaan. ”Untuk gelombang tiga yang ikut seluruh SD di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Kedungkandang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim. Sementara gelombang empat bakal diikuti pelajar dari Kecamatan Klojen, Lowokwaru, dan Sukun.
Tiap sesi, peserta didik diberi waktu 10 menit untuk latihan soal. Selanjutnya mendapat waktu 90 menit untuk mengerjakan soal. Kecepatan pelajar dalam mengerjakan soal literasi kemarin cukup bisa dimaklumi. Sebab, dari tahun ke tahun, soal literasi tidak menjadi kendala mayoritas pelajar. Soal numerasi lah yang pemahamannya belum merata.
Di tempat lain, Kepala SDN Purwantoro 8 Yohan Yulianto menuturkan, kemampuan literasi siswa-siswinya memang cukup baik. Itu menjadikan 29 pelajar yang ikut ANBK bisa menuntaskannya lebih dengan cepat. Sementara untuk kemampuan numerasi, Yohan mengakui bahwa itu masih perlu ditingkatkan.
”Dua tahun terakhir rapor kami di bagian numerasi turun,” ujar dia. Rapor pendidikan tahun 2023 menyebut angka numerasi di sekolahnya dengan poin 100. Sementara pada 2024 lalu, angkanya turun menjadi 97 saja. Untuk itu, ANBK numerasi yang dilaksanakan pada hari ini (30/9) diyakini butuh waktu ekstra.
Kendati demikian, Yohan optimistis siswa-siswinya bisa meraih skor memuaskan. Sebab anak didiknya sudah dipersiapkan untuk ANBK sejak jauh-jauh hari. Dilakukan melalui tambahan jam numerasi dan literasi pada 30 menit awal masuk kelas. ”Kami jadwalkan tiap hari Kamis,” imbuh dia.
Persiapan sejak awal menjadi satu-satunya jalan menyiapkan ANBK yang optimal. Sebab, menurut Yohan, kondisi anak yang menjadi peserta selalu berbeda. Untuk itu, latihan dalam waktu yang lama dianggap bisa meningkatkan potensi mereka. (aff/by)
Editor : A. Nugroho