Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SMK Mutu Gondanglegi Menuju Sekolah Bertaraf Internasional

Farik Fajarwati • Senin, 17 Mei 2021 | 22:59 WIB
Ilustrasi SMK MUTU Gondanglegi. (Ist)
Ilustrasi SMK MUTU Gondanglegi. (Ist)
KABUPATEN – Perlu perjuangan panjang guna mengantar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 7 (MUTU) Gondanglegi menuju sekolah berkualitas. Kerja keras dan dedikasi disebut Kepala SMK MUTU Gondanglegi sebagai kunci utama menuju sekolah bertaraf internasional.

”Dulu di tahun 2009, SMK MUTU bukan sekolah apa-apa, belum banyak yang tahu. Karena hanya ada dua jurusan dan bangunan pun hanya berupa gedung konvensional. Jumlah siswanya juga masih ratusan,” terang Pahri.

Untuk bisa meraih predikat sebagai SMK Center of Excellent (COE) di Indonesia, berbagai rintangan dan hambatan harus dilewati SMK MUTU. Kepada Jawa Pos Radar Malang, Pahri menerangkan bahwa da sembilan strategi yang mereka terapkan untuk membawa SMK MUTU dapat mencapai prestasinya.

Langkah pertama yakni membangun ide dan gagasan. Menurutnya, hal ini akan menjadikan semangat sekaligus energi untuk bekerja keras. ”Tanpa impian dan cita-cita mustahil akan serius dan sungguh-sungguh,” terangnya. Ke dua yakni menyusun konsep ide dan gagasan tersebut menjadi peta perencanaan. ”Setelah konsep terbentuk maka arah dan tujuan yang akan kita capai akan menjadi jelas,” ujarnya.

Ke tiga yakni menyosialisasikan ide dan gagasan kepada para guru, karyawan, siswa, orang tua siswa serta pemerintah. ”Agar pihak-pihak yang terlibat bisa paham dan mendukung gagasan besar yang kami punya,” tambahnya.

Selanjutnya yang ke empat adalah konsolidasi team work untuk mewujudkan ide dan gagasan. ”Punya cita-cita yang besar, mustahil akan dicapai kalau kita tidak melakukan konsolidasi. Karena konsolidasi ini bertujuan agar satu suara, satu tekad, satu keyakinan, dan satu keinginan bersama,” tambahnya.

Ke lima, implementasi dan mengeksekusi ide dan gagasan. Sebagus apapun ide namun kalo tidak di eksekusi hanya mimpi saja tidak akan membuahkan hasil.

Jurus ke enam, Pahri menyebut kerja keras. Menurutnya tidak ada hasil tanpa kerja keras, tidak ada prestasi tanpa berkeringat. ”Bentuk konsekuensinya, jam kerja bapak ibu guru bisa sampai 14 jam, jam 6 pagi di sekolah, jam 6 malam pulang. Semakin serius mengelola sekolah itu maka semakin kurang waktu yang kita sediakan untuk sekolah,” katanya.

Ke tujuh, monitoring dan evaluasi setiap implementasi dari kerja keras. Hal ini sangat penting guna untuk melakukan perbaikan. “Kadang kala ide yang di implementasikan sering kali jauh dengan ide di awal, maka kami perlu untuk mengevaluasi agar bisa dilakukan perbaikan secara terus menerus,” tambahnya.

Poin ke delapan adalah melakukan perbaikan secara terus menerus dan berkesinambungan. Hal ini dilakukan agar, setiap pekerjaan itu dapat terkontrol dengan baik.

Sementara prinsip ke sembilan adalah doa untuk kemajuan dan kebermanfaatan program. Menurutnya, sebagai hamba Allah manusia itu segala sesuatunya ditentukan, maka ini menjadi salah satu faktor utama untuk kemajuan sekolah. “Kita senantiasa berdoa, setiap pagi diawali dengan doa mulai pukul 06.30 WIB, salat duha berjamaah mulai dari guru, siswa, hingga ptk. Kita memohon kepada Allah agar apa yang kita lakukan itu bisa menjadi sebuah kenyataan,” ujarnya. (iik) Editor : Farik Fajarwati
#SMK MUTU Gondanglegi #SMK Muhammadiyah 7 #CoE #SMK Center of Excellent