Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Biar Lulusan MAN Tak ”Pindah ke Lain Hati”

Mardi Sampurno • Selasa, 14 Juni 2022 | 16:06 WIB
Photo
Photo
Kemenag Jatim Beri Kuota Khusus Masuk PTKIN MALANG KOTA - Ada fenomena paradoks selama ini terjadi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Mahasiswa yang masuk PTKIN justru banyak berasal dari sekolah umum semisal SMA atau SMK. Sementara siswa berprestasi lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) justru masuk ke kampus di luar naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Dengan kondisi ini, Kemenag Jawa Timur membuat terobosan. Yakni menyediakan kuota khusus bagi siswa berprestasi MAN yang ingin meneruskan pendidikan di tujuh perguruan tinggi Islam negeri di Jatim. Dengan program ini, agar lulusan MAN tidak “pindah ke lain hati” alias tetap sekolah di bawah naungan Kemenag. Ada tujuh PTKIN yang bakal jadi tempat siswa berprestasi lulusan MAN. Di antaranya UIN Surabaya, UIN Malang, UIN Tulungagung, UIN Jember, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo dan IAIN Madura.

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim Santoso SAg MPd menyebut, kuota bagi siswa madrasah negeri ini merupakan perintah langsung dari Sekjen Kemenag. Karena dari tahun ke tahun, pendaftar di PTKIN banyak yang berasal dari SMA/SMK. Siswa dari MAN sendiri malah lebih memilih ke kampus lain, yang bukan di bawah naungan Kemenag. "Banyak siswa MAN yang berprestasi, ini perlu kami berikan kuota untuk meneruskan studi di UIN atau IAIN. Agar potensi yang dimiliki ini tidak keluar dari Kemenag," ujar Santoso, usai melakukan penandatanganan MoU kuota khusus bagi siswa MAN bersama 7 PTKIN Jawa Timur di UIN Malang, Senin kemarin (13/6).

Selain memproteksi potensi mahasiswa berprestasi, dengan banyaknya lulusan MAN yang masuk PTKIN, diyakini memudahkan proses pembelajaran. Pasalnya, mereka sudah memiliki dasar ilmu bahasa Arab sebelum melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Sedangkan untuk lulusan SMA, kebanyakan harus dimulai dari nol untuk belajar bahasa Arab. "Artinya dalam mengajinya kan sudah punya dasar. Prestasi mereka baik akademiknya maupun non-akademik bagus, maka dari itu perlu ruang dan penghargaan bisa masuk ke PTKIN," jelas Santoso. Ketika ditanya kuota maupun anggaran yang disiapkan Kemenag untuk program ini, Santoso menuturkan, masih akan disusun lebih lanjut dengan 7 rektor PTKIN se-Jatim. Selain itu, kriteria siswa berprestasi yang boleh mengikuti jalur tersebut juga tengah digodok Kemenag dengan kampus-kampus tersebut. "Kuota dan bentuk prestasinya belum ditentukan. Secara teknis nanti kita diskusikan dengan para rektor. Harapannya tahun ini program bisa dijalankan," tandasnya. (adk/abm) Editor : Mardi Sampurno
#Madrasah Aliyah Negeri (MAN) #Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri #radar malang #kemenag