Yudistira Satya Wira Wicaksana• Rabu, 27 Desember 2023 | 18:00 WIB
BALIK KE KOTA ASAL: Kepadatan arus lalu lintas terjadi di Jalan Ahmad Yani Utara, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, kemarin sore (26/12).
689 Kendaraan Masuk selama Libur Natal
MALANG RAYA - Wisata di Malang Raya menjadi primadona selama libur Hari Raya Natal tahun ini.
Itu bisa dilihat dari kendaraan yang masuk sejak Sabtu (23/12) hingga Senin (25/23). Jumlahnya mencapai 689 ribu unit.
Kondisi itu berdampak pada peningkatan okupansi hotel dan tingkat kunjungan wisata.
Peningkatan jumlah kendaraan masuk tertinggi terjadi di Kota Batu.
Sepanjang Sabtu hingga Senin lalu jumlahnya mencapai 529 ribu unit kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sedangkan Kabupaten Malang mencatat 124 ribu kendaraan roda empat, Kota Malang 36 ribu kendaraan roda empat.
Tingkat okupansi hotel pun terkerek.
Di Kota Malang rata-rata mencapai 70 persen.
Bahkan kunjungan wisata ke kampung tematik meningkat hingga 100 persen.
Dengan wilayah tipe perkotaan, Kota Malang memang hanya bisa mengandalkan wisata buatan.
Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, rata rata per hari ada 12 ribu wisatawan yang datang.
Mereka tidak hanya berlibur atau mengunjungi destinasi wisata.
Tetapi memilih Kota Malang sebagai tempat menginap atau berburu kuliner.
”Seperti di Kajoetangan Heritage mulai ada peningkatan kunjungan. Ini bagus untuk UMKM di sana,” tuturnya.
Dengan adanya kenaikan kunjungan, Wahyu menekankan, pihaknya telah melakukan antisipasi.
Mulai dari pengecekan stok kebutuhan pokok.
Termasuk menggelar pasar murah untuk menekan harga bahan pokok di pasaran.
”Kami juga telah mengecek ketersediaan BBM. Akan ada peningkatan kebutuhan sebesar 6 persen dan sudah disediakan Pertamina. Sehingga, kami harap wisatawan berlibur dengan nyaman,” jelasnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan, dari 92 hotel, rata-rata tingkat okupansi di angka 70 persen.
Hotel bintang lima dan empat berada pada rentang okupansi 50 sampai 70 persen.
”Kalau hotel kecil dan melati sudah penuh,” tutur Agoes.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi menjelaskan, peningkatan kunjungan wisata di kampung tematik mencapai 80 sampai 100 persen.
Destinasi wisata yang mengalami kebaikan di antaranya Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Tridi, dan Kampung Biru Arema.
Di sisi lain juga ada kampung wisata yang mengalami penurunan jumlah pengunjung. Biasanya terjadi pada kampung yang berbasis edukasi dan produksi.
Seperti Kampung Budaya Polowijen, Kampung Keramik Dinoyo, dan Kampung Tempe Sanan.
Kota Batu Masih Primadona
Daya tarik wisata Kota Batu seperti tak pernah surut.
Jumlah pengunjung selama Libur Natal 2023 juga terbilang luar biasa.
Kendaraan yang masuk selama tiga hari (23-25 Desember) mencapai 529.840 unit.
Baik roda dua maupun roda empat.
Plt Kepala Dishub Kota Batu Mochamad Agoes Machmoedi menyampaikan.
Data tersebut didapatkan dari pemantauan 10 Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) yang tersebar di Kota Batu.
Paling tinggi pada 24 Desember sebanyak 210.493 kendaraan.
”Puncak kepadatan arus lalin memang terjadi pada 24 Desember 2023.
Selama sekitar satu jam pada pukul 16.00 saja ada 8.948 kendaraan roda dua yang masuk ke Kota Batu,” jelasnya.
Angka kunjungan wisata pun turut mengalami peningkatan signifikan.
Misalnya yang diungkapkan Manager Marketing and Public Relations JTP Group Titik S. Ariyanto.
”Tahun lalu tidak sampai 20 ribu orang per hari. Tahun ini sudah mencapai 23 ribu per hari,” terangnya.
Titik menyebut antrean kendaraan yang menuju Jawa Timur Park 1, 2, dan 3 sampai mengular.
Meski demikian, pihaknya masih bisa melayani dengan sistem buka-tutup tiket.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi memperkirakan, saat libur Nataru, rata-rata okupansi hotel di Kota Batu bisa sampai 90 persen.
Apalagi libur Natal tahun ini terhitung long weekend.
Sekitar 60 persen wisatawan telah melakukan reservasi jauh sebelum libur Nataru.
”Sebenarnya okupansi tahun lalu juga di angka 90 persen. Tapi hanya saat malam Natal dan malam tahun baru saja. Sedangkan, tahun ini bisa dua malam (malam Minggu dan Senin),” ucapnya.
Kabupaten Andalkan Wisata Alam
Kabupaten Malang mengestimasikan jumlah wisatawan yang berkunjung pada momen Natal dan Tahun baru kali ini lebih dari 150 ribu orang.
Itu berkaca pada kunjungan tahun lalu yang berada di angka 158.508 orang.
Padahal, tahun lalu masih berada pada awal pemulihan pandemi Covid-19.
Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Armand Erlangga menyebutkan, jumlah kunjungan terbanyak wisatawan menyasar wisata alam.
Misalnya Flora Wisata Santerra di Pujon.
Kemudian Bromo Tengger Semeru (BTS) di wilayah Poncokusumo.
”Dan yang pasti kawasan pantai di Malang Selatan,” kata dia.
Setidaknya, peningkatan jumlah wisatawan itu terlihat dari jumlah kendaraan yang masuk ke Kabupaten Malang.
Menurut Kepala Bidang Lalu-lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Willy Deny Permana, total kendaraan yang masuk ke Kabupaten Malang mulai Sabtu (23/12) hingga Senin (25/12) sekitar 124 ribu.
”Paling tinggi itu pada hari Sabtu, kurang lebih mencapai 47 ribu kendaraan,” kata dia.
Sedangkan, pada hari Minggu mencapai sekitar 42 ribu kendaraan.
Arus masuk lalu-lintas semakin melandai pada hari Senin, yakni sekitar 35 ribu.