Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kunjungan Merosot akibat Cuaca Ekstrem

Mahmudan • Senin, 30 Desember 2024 | 02:35 WIB
TERHAMBAT CUACA: Para wisatawan menikmati keindahan di Lembah Indah Malang, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum
TERHAMBAT CUACA: Para wisatawan menikmati keindahan di Lembah Indah Malang, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum

NGAJUM – Musim hujan berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Salah satu dampaknya, okupansi menurun.

Setidaknya, itulah yang dialami Lembah Indah Malang, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum.

Public Relation (PR) Manager Lembah Indah Malang Yoyon Suryono memaparkan, adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan dirasakan selama musim Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 dibanding moment serupa tahun sebelumnya.

“Tingkat hunian tahun lalu hampir mencapai 90 persen. Untuk tahun ini baru sekitar 70 persen. Dengan demikian, ada penurunan 20 persen,” ujar Yoyon.

Dia menyebut, salah satu penyebab penurunan tersebut karena cuaca ekstrem yang biasanya diikuti beberapa bencana.

Di antaranya ancaman banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

”Wisatawan akan berpikir dua kali untuk berwisata,” kata dia.

Apalagi, dia mengatakan, wisata Lembah Indah Malang merupakan wisata outdoor yang mengutamakan pesona alam di Lereng Gunung Kawi.

Dari sekitar 38 unit, hanya 26 unit glamping dan vila yang terisi.

“Untuk glamping yang memiliki kamar mandi dalam memang sering penuh. Tetapi kalau yang glamping carani untuk enam orang dan vila masih tersedia,” kata Yoyon.

Meskipun okupansi masih 70 persen, dia menilai sudah jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 15 persen.

Sehingga dari 38 hunian, biasanya hanya sekitar 56 yang terisi.

Kendati demikian, Yoyon menyebut, pihaknya terus melakukan promosi untuk memaksimalkan kunjungan saat momen Nataru.

Salah satunya menambah paket grill dan barbeque.

Namun, dia tidak menambah hiburan karena dikhawatirkan akan meningkatkan kebisingan.

“Mayoritas pengunjung di sini itu dari luar kota. Seperti Kalimantan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Jadi mereka ingin rehat dari sibuknya aktivitas perkotaan dan merasakan keheningan di pegunungan,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Merosot #akibat #cuaca ekstrem #Kunjungan