KATA duduk punya banyak padanan dalam bahasa Jawa, khususnya Malang. Duduk dengan posisi biasa disebut lungguh, duduk sembari meluruskan kedua kaki dinamai selonjor, kemudian duduk sambil melipat kedua kaki dikenal silo atau bersila.
Selain itu, warga Malang juga mengenal kata jigang. "Kalau kata dasar jigang belum ada yang mengetahui asalnya dari mana, sama seperti selonjor dan ndodok. Untuk pengertiannya jigang adalah posisi duduk dengan mengangkat satu kaki atau keduanya di atas kursi," ujar Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati.
Dia mengatakan, jigang sering dipraktikkan laki-laki yang ngopi di warung. Umumnya jigang hanya lazim dipraktikkan laki-laki dewasa atau lanjut usia (lansia). Sedangkan jika anak-anak jigang, dianggap tidak mempunyai etika.
Salah satu contoh penggunaan kata jigang yang pas adalah sebagai berikut. "Onok wong tuwek ojok jigang, lungguhe sing nggenah (ada orang tua jangan jigang. Duduknya yang sopan." (adk/dan)
Editor : A. Nugroho