Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bertemu USTR-Airlangga Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral RI-AS

Mardi Sampurno • Sabtu, 10 September 2022 | 03:50 WIB
PERKUAT SINERGI: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berjabat tangan dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Katherine Tai di Los Angeles, Rabu malam (7/9). (ekon.go.id)
PERKUAT SINERGI: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berjabat tangan dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Katherine Tai di Los Angeles, Rabu malam (7/9). (ekon.go.id)
LOS ANGELES – Pertemuan bilateral dilakukan pemerintah RI dengan AS yang diwakili United States Trade Representative (USTR) Rabu malam (7/9). Pertemuan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto itu membahas beberapa hal. Salah satunya partisipasi Indonesia dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). 

Tema lain yang dibahas adalah penutupan kasus sengketa dagang (Dispute Settlement) WTO DS 478, dukungan AS untuk Deklarasi pada KTT G20, peran Indonesia sebagai Presidensi G20, dan perkembangan pengesahan perpanjangan GSP di Kongres AS. 

Dari pihak Indonesia, pertemuan itu turut dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, serta beberapa pejabat eselon 1 Kemenko Perekonomian dan Kementerian Perindustrian. Sementara dari pihak pemerintah Amerika Serikat (AS) dipimpin langsung oleh USTR Ambassador Katherine Tai.

Pada kesempatan itu, Airlangga menyampaikan apresiasi dan dukungan atas inisiatif AS dalam membentuk Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang melibatkan 14 negara. IPEF merupakan inisiatif Amerika Serikat yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden Biden pada 23 Mei 2022 di Tokyo. Indonesia mengonfirmasi partisipasinya melalui Nota Diplomatik KBRI Washington DC pada 17 Mei 2022. 

Ada 14 negara yang berpartisipasi dalam IPEF. Yakni AS, Australia, Brunei Darussalam, Fiji, Filipina, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Thailand, dan Vietnam. 

Indonesia menghadiri IPEF Ministerial Meeting (pertemuan tingkat menteri) di Los Angeles, California, pada 6 - 9 September 2022. Diwakili oleh Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian, Duta Besar RI di AS, serta pejabat setingkat senior officials dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perindustrian. 

IPEF Ministerial Meeting sangat penting karena membahas dan mengesahkan Ministerial Statement di semua Pilar IPEF. Ministerial Statement itu akan menjadi basis dokumen untuk proses IPEF ke depan. Ada 4 pilar pembahasan dalam IPEF. Pilar I: Trade (Fair & Resilience), Pilar II: Supply Chain (Resilience), Pilar III: Energi Bersih, Dekarbonisasi & Infrastruktur (Infrastructure, clean energy, and decarbonization), Pilar IV: Tax and Anti-corruption.   

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia akan mengikuti di semua pilar yang akan dimanfaatkan untuk mengambil manfaat dan keuntungan dalam mendorong peningkatan perdagangan antar-negara anggota IPEF. Pada pertemuan itu juga disampaikan bahwa negaranegara anggota ASEAN yang menjadi anggota IPEF (7 negara) cukup solid dan terus berusaha menyamakan suara dalam pembahasan di IPEF MM ini. Sementara pada pertemuan bilateral dengan USTR, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia perlu menggalang dukungan dari Pemerintah AS untuk mendukung tercapainya Deklarasi KTT G20. Juga mendukung penuh kepemimpinan Indonesia pada ASEAN 2023. 

”Presidensi G20 Indonesia merupakan momentum untuk percepatan pemulihan ekonomi secara inklusif dengan menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam merespons berbagai tantangan global,” ujar Airlangga. Indonesia memandang penyelenggaraan ASEAN 2023 dapat dilakukan bersamaan dengan negosiasi IPEF. 

Pada pertemuan tersebut juga dibahas upaya yang telah dilakukan dalam penyelesaian sengketa dagang DS 478. Airlangga menegaskan bahwa Indonesia telah memenuhi seluruh rekomendasi dan putusan DSB WTO dan berharap AS dapat mendukung Indonesia untuk menyelesaikan hambatan perdagangan bilateral melalui penutupan sengketa dagang WTO DS 478 terkait importasi produk hortikultura, hewan, dan produk hewan. 

Indonesia berharap IPEF akan memperkuat ikatan di kawasan Indo-Pasifik yang sangat strategis, yang akan menentukan kekuatan ekonomi global pada dekade mendatang. Kerangka kerja IPEF akan menciptakan ekonomi di kawasan menjadi lebih kuat, lebih adil, dan lebih tangguh bagi seluruh negara, utamanya di kawasan IndoPasifik. (*/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto #Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). #Pertemuan bilateral #United States Trade Representative (USTR)