Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pabrik Snack di Pakis Malang Terbakar 7 Jam  

Mahmudan • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:15 WIB

 

PADAMKAN API: Personel Damkar Kabupaten Malang menyemprotkan air untuk memadamkan kobaran api kemarin (12/6). Butuh waktu sekitar tujuh jam untuk menjinakkan si jago merah.
PADAMKAN API: Personel Damkar Kabupaten Malang menyemprotkan air untuk memadamkan kobaran api kemarin (12/6). Butuh waktu sekitar tujuh jam untuk menjinakkan si jago merah.

 

 

PAKIS – Api membubung di atas pabrik snack di Dusun Urek-Urek, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Selasa malam (11/6). Tujuh unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan untuk memadamkan kobaran si jago merah. Butuh waktu sekitar tujuh jam untuk menjinakkan api yang menghanguskan bangunan berukuran 20x25 meter itu.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran baru diketahui Selasa (11/6) sekitar pukul 24.00. Saat itu, api sudah berkobar di atap bangunan tempat penggorengan snack. Seluruh perabotan di dalam pabrik milik Hasanuddin, 75 itu hangus terbakar. ”Besi penyangga atap sampai mleyot, hampir jatuh,” ujar salah seorang warga, Siti Khotizah, 61.

Dia mengatakan, kebakaran terjadi saat sepi. Informasinya, pabrik tersebut beroperasi sejak pukul 08.00 hingga 16.00. Karena itu, kebakaran berlangsung saat tidak ada aktivitas penggorengan snack. ”Saat ada kebakaran, anak pemilik dibangunkan warga,” katanya.

Pantauan di lokasi, rumah pemilik usaha berada di belakang tempat penggorengan snack, namun jaraknya cukup jauh. Sehingga pemilik usaha bersama warga langsung memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Sekitar pukul 01.00 dini hari, tujuh unit mobil damkar tiba di lokasi. Para personel langsung melakukan pemadaman. ”Lebih dari 20 tangki air sudah disemprotkan. Objek yang terbakar ialah berupa snack,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto.

Petugas membutuhkan waktu berjam-jam untuk memadamkan kobaran api. Sekitar pukul 07.00 api sudah padam. ”Kemudian kami melakukan pembasahan sekitar satu jam,” bebernya.

Sigit mengatakan, tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Terkait dengan indikasi sumber api, diduga berasal dari sisa produksi. “Diperkirakan dari kayu bakar di tungku penggorengan yang tidak mati setelah produksi snack,” kata dia. Kerugian ditaksir mencapai Rp 700 juta.(iza/dan)

Editor : Mahmudan
#Kabupaten Malang #Pakis #kebakaran pabrik