Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bunuh Diri: Silent Killer Yang Wajib Diwaspadai

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 26 Juli 2023 | 15:52 WIB
BUKAN SOLUSI : Statistik percobaan bunuh diri di Indonesia mencapai 3,7 per 100.000 penduduk pada tahun 2019.
BUKAN SOLUSI : Statistik percobaan bunuh diri di Indonesia mencapai 3,7 per 100.000 penduduk pada tahun 2019.

MALANG KOTA - Bunuh diri, tindakan fatal untuk mengakhiri hidup seseorang, menjadi masalah serius yang harus ditangani dengan cepat dan tepat untuk mencegah kematian yang tidak perlu. Statistik pada tahun 2021 mencatat sekitar 1,7 juta percobaan bunuh diri di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan angka di Indonesia mencapai 3,7 per 100.000 penduduk pada tahun 2019. Di Malang, kematian akibat bunuh diri juga menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir.

Bunuh diri dianggap sebagai kondisi gawat darurat dalam bidang Ilmu Kedokteran Jiwa, memerlukan penanganan yang tepat agar dapat dihindari. Para ahli menyadari bahwa sebelum seseorang mencoba bunuh diri, seringkali muncul ide dan pemikiran terkait tindakan tersebut. Terdapat rentang waktu yang berbeda-beda, dari minggu hingga tahun, sebelum ide bunuh diri menjadi percobaan nyata. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya bunuh diri.

Ada beberapa tanda-tanda penting yang perlu diwaspadai untuk mengenali individu yang berisiko bunuh diri, seperti berulang kali menyatakan keinginan untuk bunuh diri, menarik diri dari lingkungan sosial, melakukan tindakan merugikan dan merusak diri, mengucapkan kata perpisahan kepada orang-orang terdekat, terlihat murung, sering menangis, dan merasa putus asa serta kehilangan harapan.

dr. Ivan Bagus Kurniawan, Sp. KJ spesialis kesehatan jiwa (psikiatri) RKZ Malang
dr. Ivan Bagus Kurniawan, Sp. KJ spesialis kesehatan jiwa (psikiatri) RKZ Malang

Faktor penyebab bunuh diri meliputi faktor biologis, genetik, gangguan mental, kurangnya faktor protektif, kemampuan manajemen stres yang buruk, dan tantangan kehidupan yang berat, termasuk trauma.

Dalam menghadapi individu yang berisiko bunuh diri, masyarakat harus menghilangkan stigma dan bersikap empati. Bantuan profesional dari psikiater atau psikolog klinis perlu diarahkan dan didukung agar individu yang berisiko dapat mendapatkan penanganan yang tepat.

Melalui peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat, diharapkan upaya deteksi dan pencegahan bunuh diri dapat ditingkatkan. Bukanlah masalah yang mudah, namun kesadaran dan langkah nyata dapat menyelamatkan nyawa.

Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami tanda-tanda bunuh diri, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Jiwa di RS Panti Waluya Sawahan Malang melalui reservasi online di Whatsapp +62 812-3432-9097. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di Instagram @rkz_malang.

#OrangSakitadalahSahabatku

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#RKZ Malang #bunuh diri