Perubahan warna dalam feses dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti makanan yang dimakan, obat-obatan, dan kondisi kesehatan tubuh.
Terdapat tiga contoh perubahan warna darah dalam feses, antara lain:
a. Merah Cerah
Warna darah merah cerah dalam feses dapat disebabkan oleh pendarahan kecil yang ada didalam perut.
b. Merah Gelap
Warna darah merah gelap dalam feses dapat disebabkan oleh pendarahan di usus besar.
c. Hitam
Warna darah hitam dalam feses dapat disebabkan oleh kehambatan darah pada saluran keluarnya darah yang tidak mengandung oksigen.
Hal ini dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamator atau obat antriagregasi.
Penyebab BAB berdarah cukup bervariasi.
Berikut penyebab terjadinya BAB berdarah yang penting untuk Anda ketahui:
a) Demam Reumatik
b) Penyakit Jantung
c) Kista
d) Penggunaan Obat-Obatan
e) Faktor Genetik
Selain penyebab yang telah disebutkan, terdapat juga beberapa penyakit yang dapat menyebabkan BAB berdarah.
Berikut penyakit-penyakit yang menyebabkan BAB berdarah:
1. Wasir
Wasir atau yang dikenal banyak orang dengan sebutan ambeien merupakan penyakit paling umum yang menjadi penyebab BAB berdarah.
Wasir dipicu ketika Anda terlalu keras saat mengejan waktu BAB.
Hal itulah yang menimbulkan adanya luka dan bengkak di sekitar anus.
Warna darah dalam feses berwarna merah cerah yang disertai dengan rasa gatal di sekitar anus.
Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri dibagian tubuh tertentu, khususnya di daerah anus.
2. Radang Usus
Demam dan nyeri perut merupakan tanda-tanda yang sering kali muncul pada seseorang yang menderita radang usus.
Hal ini disebabkan oleh proses inflamasi dan gangguan pada sistem imunitas tubuh.
Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya radang usus, seperti kebiasaan merokok, kurang asupan vitamin A dan E, usia dibawah 30 tahun, riwayat operasi usus buntu, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid secara berlebih, dan adanya keluarga yang pernah menderita radang usus.
3. Angiodisplasia
Kondisi ini juga dapat memicu BAB berdarah.
Hal ini terjadi karena adanya kelainan pada saluran pencernaan, pembuluh darah yang tidak sehat, dan terbentuknya lemak di dalam saluran pencernaan.
Angiodysplasia dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lemah dan mudah pecah yang akhirnya memicu pendarahan.
4. Tukak Lambung
Tukak lambung adalah penyakit yang memengaruhi fungsi lambung dan menyebabkan luka pada bagian tersebut.
Kondisi ini juga disertai dengan gejala maag, kembung, mual, serta nyeri di ulu hati.
Lapisan mukus yang ada pada lambung berfungsi sebagai pelindung dari asam dan bakteri yang dapat merusak lambung.
Luka dari tukak lambung dapat muncul yang disebabkan oleh lapisan mukus yang terkikis.
Terkikisnya lapisan mukus menyebabkan asam lambung langsung mengenai jaringan-jaringan pada organ tubuh.
Jaringan lambung yang terbuka dapat pula mengakibatkan makanan yang diolah pada organ tubuh terkontaminasi oleh darah.
Oleh karena itu, penyakit tukak lambung juga dapat mengakibatkan BAB berdarah.
5. Divertikulitis
Munculnya penyakit ini disebabkan adanya infeksi atau peradangan pada bagian dinding usus besar.
Dalam kondisi ini, terbentuklah kantung-kantung kecil diare tersebut.
Risiko tinggi dari penyakit ini akan menjadi lebih tinggi pada orang-orang yang jarang mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayur, dan lainnya.
6. Kanker Kolorektal
Kanker kolorektal merupakan jenis penyakit yang potensial dan berbahaya, karena penyakit tersebut akan menyerang saluran pencernaan pada tubuh.
Penyakit ini dapat memicu pendarahan dalam feses dan membuat warna feses menjadi gelap karena adanya darah.
Gejala kanker kolorektal, seperti perubahan kebiasaan BAB, nyeri perut yang berkesinambungan dan penurunan berat badan.
Terdapat banyak cara untuk mengatasi terjadinya BAB berdarah. Berikut beberapa cara mengatasi bagi Anda yang terkena BAB berdarah:
a) Konsumsi makanan yang megandung tinggi serat
b) Olahraga dengan teratur untuk terhindar dari sembelit
c) Jaga selalu kebersihan dubur
d) Jangan lupa untuk selalu banyak minum air putih agar tetap terhidrasi
Jika dengan melakukan empat cara tersebut Anda tak kunjung sembuh, Anda perlu untuk segera melakukan konsultasi kepada dokter spesialis.
Itu tadi informasi mengenai BAB berdarah, penyakit yang menyebabkan BAB berdarah, dan cara mengatasi BAB berdarah.
Stay Safe and Stay Healthy! (Nadiatus Sholeha)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana