Kepala Desa Sumberejo Riyanto saat dikonfirmasi juga belum mengetahui pasti informasi tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa ada mobil ambulance yang keluar masuk pondok tersebut. "Jadi saat saya kerja bakti tadi (pagi) bersama warga ada ambulance riwa riwi tetapi saya belum menanyakan langsung apakah itu tes swab masal atau tidak," katanya.
Dia berharap tidak adanya penambahan baru kasus positif korona di desanya sehingga tidak menjadi klaster baru di pondok pesantren tersebut.
Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu satu santri Al Izzah terkonfirmasi positif Covid-19. Kronologi santri yang positif Covid-19 duduk dibangku SMP Kelas 9 dengan jenis kelamin laki-laki dan berinisial HT. Sebelumnya pada tanggal 28 Juli lalu, secara bertahap sekitar 500 santri kembali bermukim di Ponpes Al Izzah. Selama 14 hari setelah kembali mereka semua melakukan karantina mandiri dan hasil rapid testnya non reaktif. Lalu setelahnya melakukan rapid test oleh RS Bhayangkara Hasta Brata juga hasilnya non reaktif.
Lalu pada tanggal 11 Agustus lalu, HT masuk ke lingkungan ponpes seperti pada umumnya. Namun setelah dua dan tiga hari berjalan, si santri tersebut ternyata memiliki alergi sinusitis yang kumat. Tetapi hal itu sudah diobati dan santri HT keadannya sudah membaik. Kemudian HT oleh orangtuanya tiba-tiba dijemput untuk pulang pada tanggal 22 Agustus ke Surabaya. Dan setelah itu pihak ponpes kaget mendapatkan kabar bahwa anak itu masuk rumah sakit (National Hospital) dan diswab hasilnya positif (pada tanggal 23 Agustus). Tetapi setelahnya diswab kembali hasilnya negatif pada Rabu 26 Agustus.
Setelah mengetahui kabar tersebut, pihak Ponpes Al Izzah bergerak cepat dengan melakukan rapidtest kepada semua santri yang ada. Dan hasilnya semua menunjukkan non reaktif tanpa ada gejala.
Pewarta: Nugraha Perdana Editor : Editor : Hendarmono Al S.