Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penanda Jenderal Soedirman Pernah di Malang

Mardi Sampurno • Selasa, 12 Juli 2022 | 16:40 WIB
JEJAK SEJARAH: Patung Jenderal Sudirman menempati salah satu ruangan di Korem 083/Baladhika Jaya. Ruangan yang sebelumnya tempat arsip data itu juga dimanfaatkan sebagai museum mini.(FAJAR ANDRE SETIAWAN/RADAR MALANG)
JEJAK SEJARAH: Patung Jenderal Sudirman menempati salah satu ruangan di Korem 083/Baladhika Jaya. Ruangan yang sebelumnya tempat arsip data itu juga dimanfaatkan sebagai museum mini.(FAJAR ANDRE SETIAWAN/RADAR MALANG)
MALANG KOTA – Markas Korem 083/Baladhika Jaya kini punya penanda baru berupa patung Jenderal Sudirman. Kemarin (11/7), patung itu diresmikan oleh Danrem 083/Baladhika Jaya YudhiPrasetyo.Posisi penempatan patung itu dipilih berdasar hasil galian sejarah bahwa Jenderal Soedirman pernah singgah di lokasi tersebut.

”Bangunan ini kandulunyasebuah hotel. Namanya Hotel Astor,” ujar pria yang akrab disapa Yudhi itu. Dia menambahkan, perlakuan spesial bagi tempat-tempat bersejarah memang harusdilakukan.Tujuannya agar pembelajaran terkait sejarah tidak hanya berbasis teks saja.Namun juga bisa berbasis pada bukti-bukti otentik.

Kini, satu ruangan yang sebelumnya digunakan untuk tempat arsip data itu, disulap menjadi sebuah museum mini.Bangunan di Jalan Bromo Nomor 17 itu juga menyimpan sebuah karya seni yang bisa dikunjungi siapa pun. Saat memasuki ruangan utama, pengunjung akan disuguhi pemandangan patung Jenderal Sudirman yang disekat pita berwarna merah putih. Lebih dalam masuk ke ruangan itu, pengunjung akan dimanjakan foto-foto suasana Kota Malang zaman dulu. ”Foto-foto tentang bangunan-bangunan bersejarah juga dipajang di dalam ruangan itu,” tandasnya.

Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sony mengatakan, kisahJenderal Sudirman berkunjung ke Kota Malang, tepatnya di Hotel Astor, sebenarnya untuk kepentingan inspeksi. Saat itu Jenderal Sudirman menerima laporan inspeksi untuk mengembalikan bala tentara Jepang yang telah kalah perang.

”Jadi sejarah harus hidup tidak hanya pada lembar-lembar kertas saja. Tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari kita,” ujarnya. Menurut Sony, hal itu perlu diajarkan agar generasi penerus tidak lupa dengan sejarah. Sebab, bukti-bukti sejarahnya dapat dijangkau dengan mudah.(dre/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Markas Korem 083 #Danrem 083 #Jenderal Soedirman