Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UB-UM Bidik Ribuan Mahasiswa Asing

Mahmudan • Jumat, 4 Agustus 2023 | 22:35 WIB
Universitas Brawijaya (tangkapan layar)
Universitas Brawijaya (tangkapan layar)

 

 

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) menargetkan bisa menggaet ribuan mahasiswa asing. Tahun ini misalnya, UM berupaya menyedot 1.450 mahasiswa dari berbagai negara. Sementara UB mematok 1.200 mahasiswa internasional.

Direktur Kantor Urusan Internasional UM Evi Eliyanah mengatakan, target 1.450 mahasiswa asing terbagi dalam dua program. Yakni degree dan non-degree. Untuk program degree, dia membidik sekitar 250 mahasiswa asing. Sedangkan untuk non-degree sekitar1.200 mahasiswa mancanegara. ”Target tersebut meningkat bila dibandingkan tahun lalu, terutama untuk program degree,” ujar Evi, kemarin.

Sebab, tahun lalu UM mematok target 175 mahasiswa internasional. Namun hanya terealisasi 125 mahasiswa. Itu artinya UM memiliki kekurangan 50 mahasiswa internasional dari target.

Dia optimistis mampu mencapai, meski ada kenaikan target dari tahun sebelumnya. Sebab, tahun lalu gagal karena pandemi Covid-19. Hal itu berdampak pada pembatasan mobilitas. Dampaknya, mahasiswa yang ingin menempuh studi ke luar negeri harus berpikir dua kali. Meski begitu kekosongan itu mampu ditutup oleh program non-degree.

Evi memaparkan, UM memiliki sejumlah program non-degree yang banyak diminati mahasiswa internasional. ”Selama ini, program non-degree lebih banyak diminati karena pelaksanaan programnya relatif singkat,” katanya. Karena itu, Evi mendorong agar setiap fakultas memiliki program non-degree.

Ketercapaian target jumlah mahasiswa internasional akan digenjot dengan berbagai upaya. Di antaranya promosi di berbagai media sosial (medsos) terkait agenda internasional yang dilakukan UM. Selain itu, lanjutnya, juga dibantu promosi lainnya yang meliputi sumber daya manusia, pameran pendidikan, dan melalui perwakilan RI di negara-negara sahabat.

Evi menyampaikan, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam menggaet mahasiswa internasional. Misalnya, kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan di Indonesia tergolong rendah. ”Hal itu dipengaruhi oleh image Indonesia sebagai negara berkembang,” katanya.

Sebab, lanjutnya, selama ini pasar pendidikan tinggi masih dikuasai oleh negara maju. Di antaranya Amerika Serikat (AS), Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Eropa Barat.  “Indonesia masih belum begitu populer sebagai tujuan belajar internasional,” kata dia. ”Secara langsung atau tidak, kepercayaan ini juga berpengaruh terhadap image UM. Terlepas dari reputasi UM secara nasional dan internasional yang mampu bersaing,” tambah Evi.

Terpisah, Direktur Internasional Office UB Didik Hartono mengatakan, target perolehan mahasiswa internasional masih sama dengan tahun lalu, yakni 1.200 mahasiswa. Jumlah tersebut untuk program degree maupun non-degree.

Didik menyebut, setidaknya UB harus memiliki 10 persen dari total mahasiswa asing di Indonesia. “Bila total, ada sekitar 70 ribu  mahasiswa. Setidaknya harus ada 700 mahasiswa internasional. Itu khusus program degree,” terangnya.

Tahun lalu, dia mengatakan, UB hanya menerima 440 mahasiswa internasional untuk program degree. Itu artinya UB masih mempunyai kekurangan 260 mahasiswa.

Didik mengatakan, UB terus meningkatkan kerja sama dengan pihak terkait. Utamanya dalam  menggenjot kualitas pendidikan melalui akreditasi internasional. (dre/dan)

Editor : Mahmudan
#kampus malang #mahasiswa asing #universitas brawijaya