Tamiya merupakan mobil mainan dengan penggerak dinamo. Mainan dengan skala 1:32 dibanding mobil asli tersebut belakangan digemari berbagai kalangan, mulai bocah SD hingga lanjut usia (Lansia).
LINTASAN sepanjang 1,5 kilometer dengan rute melingkar itu tersedia di lantai 3 Malang Creative Center (MCC). Berderet mobil mainan anak-anak (tamiya) siaga di garis start. Dengan aba-aba panitia, mobil tersebut melaju di track selebar 36 sentimeter.
Dalam waktu 14 detik saja, mereka sudah sampai finish. Riuh tepuk tangan sekaligus sorak kecewa terdengar dari para pemain atau biasa disebut racer. Mereka rutin mengikuti turnamen yang diselenggarakan oleh Komunitas Tamiya Arek Malang.
Lintasan tamiya didesain melengkung dan melingkar untuk memberi tantangan kepada penggila mobil mini tersebut. Mobil tamiya yang mampu melintasi rintangan dengan mulus dan finish yang terdepan akan menjadi pemenang.
Race Director Tamiya Arek Malang Racmad Priyanto mengatakan, kecepatan yang tinggi dan medan yang naik turun, akan sulit bagi mobil tamiya untuk mempertahankan keseimbangannya. Sehingga racer harus memiliki keahlian atau tim yang ahli dalam merakit tamiya. "Perlombaan yang biasa kami adakan itu kategori damper style atau kelas menengah," tuturnya.
Lomba tamiya mini 4WD, kata Pria yang akrab disapa Memed tersebut, terdapat tiga kelas balap. Yakni Standard Tamiya Box (STB), side damper, dan yang terakhir Standard Original 100 persen (STO).
Meski kelas menengah namun kemampuan merakit yang diperlukan juga cukup rumit. Karena butuh kedetailan untuk menentukan keseimbangan mobil. "Yang rumit harus mengatur pemberatnya agar seimbang saat di lintasan," imbuhnya.
Saat turnamen, dia mengungkapkan, biasanya menggunakan sistem kupon. Yakni peserta membeli kupon dengan harga Rp 150 dan mendapatkan 50 kupon. "Kupon tersebut digunakan untuk menaikkan mobil di lintasan," tuturnya.
Karena sering kali selama balapan mobil kehilangan keseimbangan dan turun lintasan. Apabila mereka menang dan finish yang paling cepat, maka akan diberi kupon untuk lanjut ke babak selanjutnya. Seterusnya hingga kuponnya habis. Siapa yang kuponnya bertahan, ialah yang akan memenangkan kompetisi tersebut.
Hingga bulan ini Tamiya Arek Malang sudah menyelenggarakan hingga lima seri. "Untuk seri ke enam akan kami selenggarakan pada 12 November nanti," imbuhnya.
Dia menyebutkan, setiap perlombaan ada 50 hingga 75 tim yang ikut. Setiap tim terdiri atas dua orang. Mereka tidak hanya dari Kota Malang tetapi dari luar kota seperti Blitar dan Surabaya. Pada Desember nanti akan diadakan Grand Final untuk ke enam seri tersebut.
Untuk pesertanya dari berbagai kalangan. Mulai anak SD hingga usia 60 tahun. "Mereka jadi racer dan cukup jago rakit tamiyanya," tutur Memed.(dur/dan)
Editor : Mahmudan