MALANG KOTA – Angka kecelakaan lalu lintas (lalin) di Kota Malang masih tinggi. Sepanjang 2023 lalu, Polresta Malang Kota mencatat 435 kasus kecelakaan. Jika dirata-rata, setiap hari ada 1-2 kasus kecelakaan. Jumlah tersebut bisa bertambah jika ada kejadian kecelakaan yang tidak dilaporkan ke polisi.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, angka kecelakaan meningkat selepas pandemi Covid 19. ”Angkanya naik karena kondisi masyarakat, termasuk ekonomi sudah pulih. Sehingga mobilitas warga sudah kembali normal,” katanya.
Angka kejadian kecelakaan itu meningkat 17 persen dibandingkan laka lantas sepanjang 2022, yakni 371 kejadian. Kerugian akibat kecelakaan juga meningkat. Pada 2023, kerugiannya mencapai 345 juta. Sedangkan kerugian tahun sebelumnya hanya Rp 111 juta.
Terpisah, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu M Isrofi menambahkan, pihaknya terus berupaya menekan angka kecelakaan di kota Malang. "Sudah kami lakukan pencegahan, seperti patroli pada jam rawan, penempatan anggota di pos atau titik rawan, hingga pemasangan imbauan di jalanan," katanya.
Upaya lain yang dilakukan untuk menekan kecelakaan adalah memasang rambu di sekitar daerah rawan. Seperti rambu untuk mengurangi kecepatan, serta melakukan sosialisasi tentang keselamatan berkendara di sekolah dan masyarakat.
Lokasi kecelakaan bisa terjadi berbeda-beda. Tak hanya di jalan Nasional yang dilewati kendaraan besar, beberapa terjadi di jalan dalam kota. Sementara waktu kejadiannya beragam. Namun Kebanyakan terjadi pada dini hari hingga pagi.
Beberapa faktor penyebab kecelakaan pada malam hari biasanya karena kondisi jalanan yang relatif sepi. Pengendara terpacu meningkatkan kecepatan kendaraannya, sehingga peluang kecelakaan lebih tinggi. "Pengendara tidak memakai atau meng-klik helm. Selain itu, faktor konsentrasi juga berpengaruh saat malam hari," tambahnya. (pri/dan)
Editor : Mahmudan